Nah, soal harta, laporannya cukup menarik. Asetnya didominasi properti. Dari total Rp12,85 miliar, sebanyak Rp12,03 miliar berasal dari lima bidang tanah dan bangunan di Lampung Tengah. Alat transportasinya ada tiga: Toyota Fortuner, Honda CR-V, dan sebuah motor Suzuki, dengan total nilai Rp705 juta. Sisa lainnya dalam bentuk kas, sekitar Rp117 juta.
Yang mencolok, dalam daftar LHKPN-nya tidak tercatat surat berharga, harta bergerak lain, atau utang. Jadi, angka Rp12,85 miliar itu murni kekayaan bersihnya.
Kalau ditarik mundur, pertambahan hartanya cukup signifikan. Saat pertama kali dilaporkan pada akhir 2020, nilainya Rp9,50 miliar. Setahun menjabat sebagai wakil bupati, pada Desember 2021, angka itu melompat jadi Rp10,91 miliar. Dan di akhir 2022, kembali naik menjadi Rp11,67 miliar.
Kini, dengan statusnya sebagai tersangka OTT KPK, perjalanan karir dan akumulasi kekayaan Ardito Wijaya pun memasuki babak baru yang penuh tanda tanya.
Artikel Terkait
Shireen Sungkar Wakafkan Sumur di Gunung Kidul Atas Nama Vidi Aldiano
Kreator Konten Prank Jadi Debt Collector Pinjol Ilegal, Tawarkan Bunga 50 Persen
Kuasa Hukum Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV, Tapi Bantah Isinya Perzinaan
Hotel di Rest Area Trans Jawa Siap Layani Pemudik yang Butuh Istirahat