Lewat akun Instagramnya, seorang ibu berbagi cerita yang mungkin akrab bagi banyak orang tua. Buah hatinya tiba-tiba mogok makan atau GTM. Awalnya, sang ibu mengira ini cuma fase biasa yang akan berlalu. Tapi ternyata, penyebabnya lebih spesifik: si kecil sedang tumbuh gigi. Dan bukan cuma satu, melainkan empat gigi sekaligus yang memutuskan untuk muncul beramai-ramai.
Dua di rahang atas, dua lagi di bawah. Bayangkan saja rasa tak nyamannya. Maka wajar, jatah makan anak itu pun berubah drastis. Ia cuma mau melahap roti, buah, atau puding yang lembut. Sementara makanan seperti daging atau apa pun yang teksturnya agak kasar, langsung ditolak mentah-mententang.
Menanggapi hal ini, drg. Joshua Calvin, Sp.KGA, seorang dokter gigi anak, menegaskan bahwa kondisi seperti ini sebenarnya sangat wajar. Menurutnya, banyak anak yang mengalami pertumbuhan gigi secara bersamaan, khususnya gigi seri bagian atas.
“Wajar banget. Banyak anak memang keluar giginya berbarengan, terutama gigi seri atas. Selama nggak ada bengkak berlebihan atau demam tinggi, masih dalam batas normal,”
Ujarnya pada suatu kesempatan. Namun begitu, ia mengakui bahwa dampaknya bisa lebih terasa. Area gusi yang meradang jadi lebih luas, sehingga rasa tak nyaman itu pun bertambah. Alhasil, anak jadi lebih rewel, sensitif, dan ya, akhirnya mogok makan.
“Bukan ke jenis makanannya, tapi ke teksturnya. Makanan yang keras atau berserat (kayak daging) terasa nggak nyaman. Bukan alergi atau nggak cocok,”
sambung drg. Joshua.
Lalu, Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Melihat si kecil kesakitan tentu bikin hati miris. Untungnya, ada beberapa cara sederhana untuk meredakan nyeri tumbuh gigi yang bisa dicoba di rumah. Pertama, berikan teether yang sudah didinginkan atau bahkan sendok dingin untuk digigit-gigit. Pijatan lembut pada gusi menggunakan jari bersih juga bisa memberi rasa lega.
Untuk urusan makan, cobalah tawarkan makanan yang dingin dan lembut. Yoghurt, buah yang didinginkan, atau puree biasanya lebih bisa diterima. Intinya, hindari dulu tekstur yang memberatkan gusi yang sedang sensitif.
Kalau rasa tidak nyamannya sudah berlebihan dan si kecil benar-benar terganggu, drg. Joshua memberi lampu hijau untuk pemberian paracetamol. Tentu saja, dengan dosis yang sesuai anjuran usianya.
Kapan Harus Khawatir dan Pergi ke Dokter?
Meski umumnya normal, tumbuh gigi banyak sekaligus tetap perlu diawasi. Ada beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai. Segera bawa anak ke dokter jika demam tinggi berlangsung lebih dari dua hari, anak terlihat sangat lesu dan tidak bersemangat, atau menolak untuk minum sama sekali. Gejala lain yang tidak biasa juga patut jadi perhatian serius.
Pada akhirnya, fase ini memang bagian dari petualangan tumbuh kembang anak. Bisa dibilang, ini adalah ketidaknyamanan sementara yang kerap menyertai momen-momen penting. Selama tanda-tanda bahaya tadi tidak muncul, orang tua bisa sedikit lebih tenang. Yang dibutuhkan hanyalah kesabaran ekstra dan trik-trik kreatif untuk melewatinya.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Nikita Mirzani Minta Dirjen Pajak Audit Penghasilan Rp6,7 Miliar Reza Gladys
Daehoon Na Ultimatum Mantan Istri dan Kekasihnya: Jangan Seret Anak ke Konflik Rumah Tangga
Elly Sugigi Resmi Menikah untuk Keenam Kalinya dengan Mahar Emas 100 Gram dan Satu Unit Apartemen
Natha Panggil Wira “Ayah” di Sidang, Gugatan Warisan Sinetron ‘Turun Ranjang’ Makin Memanas