Cinta Tak Cukup: Kisah Nyata Para Perempuan yang Screening Calon Suami dengan Kritis

- Rabu, 19 November 2025 | 16:30 WIB
Cinta Tak Cukup: Kisah Nyata Para Perempuan yang Screening Calon Suami dengan Kritis
Pertimbangan Penting Sebelum Menikah

Pandangan Realistis dalam Memilih Pasangan Hidup

Kisah Inspiratif tentang Pertimbangan Matang Menuju Pernikahan

Pernikahan merupakan salah satu keputusan terpenting dalam kehidupan seseorang yang membutuhkan pertimbangan mendalam. Cinta saja tidak cukup untuk membangun bahtera rumah tangga yang kokoh menghadapi berbagai tantangan.

"Bagi saya, yang paling penting adalah memastikan nilai hidup kami sejalan dalam cara memandang masa depan." - Dina (35)

Kisah dan Pertimbangan Pra-Nikah

Keselarasan Nilai dan Kesiapan Mental

Dina menekankan pentingnya keselarasan nilai hidup dengan pasangan. "Jika value berbeda jauh, pernikahan sangat rentan mengalami konflik," ungkapnya.

Selain itu, kesiapan mental kedua belah pihak menjadi faktor krusial mengingat kompleksnya masalah rumah tangga yang membutuhkan kedewasaan dalam penyelesaiannya.

- Dina, 35 tahun

Manajemen Keuangan dan Ketenangan Hati

Kemampuan finansial menjadi pertimbangan utama Dina, dengan penekanan pada tanggung jawab dan kejujuran dalam mengelola keuangan. "Tidak harus berpenghasilan tinggi, tapi mau bekerja keras, bisa menabung, dan terbuka soal keuangan," jelasnya.

Lely (30) menambahkan, "Saya butuh pasangan yang membuat hati tenang. Jika mudah marah, saya akan mundur. Saya membutuhkan suami yang membawa ketenangan, bukan yang setiap hari membuat jantung berdebar-debar."

- Lely, 30 tahun

Komunikasi dan Etos Kerja

Kemampuan komunikasi menjadi poin penting bagi Lely. Dia menginginkan pasangan yang dewasa, bisa diajak bermusyawarah, dan mampu mendengarkan orang lain. "Pernikahan bukan hanya tentang cinta yang indah, tapi kerja sama 24/7," tegasnya.

Tuti (27) memandang etos kerja sebagai faktor krusial. "Hidup sudah berat, jangan menambah beban," ujarnya mengenai pentingnya menghindari pasangan yang bermalas-malasan.

- Tuti, 27 tahun

Perencanaan Masa Depan Bersama

Tuti menekankan pentingnya stabilitas keuangan dan kesiapan menghadapi rintangan hidup bersama. "Bukan materialistis, hanya realistis. Menikah butuh biaya, hidup butuh makan," tekannya.

Dia tidak segan menanyakan langsung rencana hidup kepada pasangan: "Saya tanya langsung mau tinggal di mana? Rencana lima tahun apa? Bisakah melalui masa sulit bersama? Pertanyaan sederhana tapi wajib."

- Tuti, 27 tahun

Pelajaran Berharga

Dari berbagai pengalaman ini, terlihat jelas bahwa kesuksesan pernikahan tidak hanya bergantung pada cinta, tetapi juga pada keselarasan nilai, kedewasaan, komunikasi efektif, dan perencanaan matang dari kedua belah pihak.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar