Saham Puri Sentul Permai (KDTN) Disuspensi BEI, Ini Penyebab dan Dampaknya
Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) pada hari Kamis, 13 November 2025. Keputusan suspensi ini diambil setelah harga saham KDTN menyentuh level Auto Reject Atas (ARA).
Perdagangan dihentikan baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Tindakan ini, yang dikenal sebagai masa cooling down, merupakan langkah perlindungan yang diterapkan BEI untuk melindungi kepentingan investor dari volatilitas pasar yang berlebihan.
Tujuan Suspensi Saham KDTN oleh BEI
Dalam pengumuman resminya, BEI menyatakan bahwa penghentian sementara ini bertujuan memberikan waktu yang cukup bagi para investor dan pelaku pasar. Dengan jeda ini, diharapkan investor dapat mempertimbangkan dengan lebih matang segala keputusan investasi mereka terkait saham KDTN, berdasarkan informasi dan kondisi yang tersedia.
Kineria Saham KDTN Sebelum Suspensi
Menjelang suspensi, saham KDTN menunjukkan kinerja yang sangat volatil. Pada hari Rabu, 12 November 2025, saham KDTN melonjak tajam sebesar 24,35 persen ke level harga Rp286 per saham. Pergerakan naik ini terjadi setelah saham sempat mengalami koreksi sebesar 2,54 persen di hari sebelumnya.
Dalam rentang waktu yang lebih panjang, kinerja KDTN terlihat spektakuler. Catatannya, dalam satu pekan terakhir, saham ini telah menguat drastis sebesar 81,01 persen. Sementara itu, dalam jangka waktu satu bulan, kenaikan yang tercatat bahkan mencapai 144,44 persen.
Kinerja Finansial Perusahaan Kuartal III-2025
Di balik kenaikan harga saham yang pesat, laporan kinerja keuangan PT Puri Sentul Permai Tbk justru menunjukkan tren yang berbeda. Hingga akhir kuartal ketiga tahun 2025, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp635,4 juta.
Angka ini mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar 42,3 persen dari laba bersih sebelumnya yang sebesar Rp1,1 miliar. Dengan realisasi laba tersebut, laba bersih per saham (earnings per share/ EPS) yang dihasilkan perusahaan setara dengan Rp0,49 per lembar saham.
Artikel Terkait
Pertamina Geothermal Kembangkan Hidrogen Hijau dari Panas Bumi untuk Terminal Tanjung Sekong
Bursa Asia Melemah Ikuti Wall Street, Kecuali Korea Selatan
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat Pagi
BWPT Terbitkan Obligasi Rp98 Miliar untuk Perkuat Modal Kerja