Kinerja Saham FPNI Sebelum Suspend
Kinerja saham FPNI memang sedang sangat volatil. Data mencatat, saham ini meroket 101,17% hanya dalam waktu satu pekan. Bahkan, dalam rentang satu bulan, kenaikan yang tercatat mencapai level yang lebih tinggi lagi, yaitu 169,63%.
Kenaikan ekstrem ini juga ditandai dengan sentuhan Auto Reject Atas (ARA) secara berturut-turut. Saham FPNI mengalami ARA pada 3 dan 4 November 2025 dengan kenaikan masing-masing 24,27% dan 25%. ARA kembali terjadi pada Jumat, 7 November 2025, di mana saham terkunci di posisi harga Rp515 setelah naik 25%.
Langkah cooling down atau pendinginan oleh BEI ini merupakan mekanisme normal untuk meredam gejolak pasar yang berlebihan dan melindungi investor dari potensi kerugian akibat volatilitas tinggi.
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi