Meta Investasi Rp10 Kuadriliun untuk Bangun Pusat Data AI di AS

- Senin, 10 November 2025 | 04:06 WIB
Meta Investasi Rp10 Kuadriliun untuk Bangun Pusat Data AI di AS

Meta, perusahaan induk Facebook, mengumumkan rencana investasi besar-besaran senilai 600 miliar dolar AS (setara Rp10 kuadriliun) di Amerika Serikat hingga tahun 2028. Fokus utama investasi ini adalah untuk membangun dan mengembangkan pusat data kecerdasan buatan atau AI guna mendukung kemajuan teknologi mereka.

Menurut pernyataan resmi Meta, pengembangan generasi berikutnya dari produk AI dan penciptaan personal superintelligence menjadi prioritas. Pusat data disebut sebagai komponen kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut, sekaligus membantu Amerika Serikat mempertahankan keunggulannya di bidang teknologi.

Istilah 'superintelligence' yang digunakan Meta merujuk pada sistem AI yang memiliki potensi untuk melampaui kemampuan kognitif manusia. Investasi sebesar ini sebelumnya juga telah disinggung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, dalam pertemuan di Gedung Putih bersama para pemimpin perusahaan teknologi pada September lalu.

Momen pengumuman investasi sempat menjadi perhatian publik setelah percakapan antara Zuckerberg dan Presiden AS Donald Trump terekam tanpa sengaja. Dalam rekaman tersebut, Zuckerberg terlihat membahas angka investasi dengan Trump.

Meta menyatakan bahwa investasi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur teknologi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di AS. Sejak 2010, pembangunan dan operasional pusat data Meta telah menciptakan lebih dari 30.000 pekerjaan di sektor konstruksi dan 5.000 pekerjaan operasional. Perusahaan juga telah menggelontorkan lebih dari 20 miliar dolar AS kepada para subkontraktor lokal.

Selain pusat data, Meta juga menempatkan kacamata pintar berbasis AI sebagai bagian penting dari visi masa depannya. Zuckerberg sebelumnya menyatakan bahwa di masa mendatang, individu yang tidak menggunakan perangkat ini berisiko mengalami kerugian kognitif yang signifikan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar