Menyusul penurunan suku bunga seperempat poin persentase pekan lalu, sejumlah pembuat kebijakan mulai menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi perpanjangan siklus pelonggaran moneter.
Survei juga mengungkap konsumen melihat peluang lebih kecil untuk mendapatkan pekerjaan baru jika kehilangan pekerjaan saat ini. Kondisi ini sejalan dengan pasar tenaga kerja yang lesu, ditandai dengan tingkat pemecatan dan perekrutan yang rendah.
Ekspektasi terhadap kondisi keuangan rumah tangga turut memburuk, dengan lebih banyak responden melaporkan kondisi keuangan yang lebih buruk dibanding tahun sebelumnya dan memprediksi situasi yang lebih sulit dalam setahun mendatang.
Di tengah tantangan tersebut, akses terhadap kredit justru menunjukkan perbaikan. Persentase rumah tangga yang melaporkan kesulitan mendapatkan pinjaman turun ke level terendah sejak 2022.
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi