Modal Asing Keluar Rp 4,58 Triliun di Awal November 2025: Penyebab & Dampaknya

- Minggu, 09 November 2025 | 10:54 WIB
Modal Asing Keluar Rp 4,58 Triliun di Awal November 2025: Penyebab & Dampaknya
Modal Asing Keluar Rp 4,58 Triliun di Awal November 2025 | Analisis BI

Capital Outflow Modal Asing Capai Rp 4,58 Triliun di Awal November 2025

Bank Indonesia (BI) melaporkan terjadinya arus keluar modal asing (capital outflow) yang signifikan, mencapai Rp 4,58 triliun sepanjang pekan pertama bulan November 2025. Tekanan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya aktivitas jual bersih yang dilakukan oleh investor asing di pasar surat berharga negara.

Rincian Penjualan Bersih Modal Asing

Menurut pernyataan resmi dari Direktur Eksekumelumtif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, rincian transaksi nonresiden adalah sebagai berikut:

  • Penjualan bersih (neto) di pasar Surat Berharga Negara (SBN): Rp 4,42 triliun.
  • Penjualan bersih di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI): Rp 2,9 triliun.
  • Pembelian bersih di pasar saham: Rp 2,54 triliun.

Data transaksi periode 3 hingga 6 November 2025 ini mengonfirmasi total jual neto sebesar Rp 4,58 triliun.

Kondisi Premi CDS Indonesia dan Pergerakan Kumulatif

BI juga mencatat kenaikan pada premi credit default swap (CDS) Indonesia untuk tenor lima tahun. Per 6 November 2025, premi CDS berada di level 75,49 basis poin (bps), meningkat dari posisi 73,03 bps pada akhir Oktober 2025.

Secara kumulatif sejak awal tahun hingga 6 November 2025, posisi modal asing adalah:

  • Jual neto pasar saham: Rp 39,13 triliun.
  • Jual neto pasar SBN: Rp 0,91 triliun.
  • Jual neto pasar SRBI: Rp 137,71 triliun.

Posisi Rupiah dan Respons Bank Indonesia

Pada penutupan pekan tersebut, Jumat (6/11), Rupiah tercatat dibuka pada level Rp 16.695 per dolar AS. Sementara itu, yield SBN 10 tahun mengalami penurunan menjadi 6,15 persen.

Menghadapi dinamika ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait. BI akan mengoptimalkan strategi bauran kebijakannya guna mendukung ketahanan perekonomian eksternal Indonesia di tengah gejolak arus modal global.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar