Rebranding Pasar Senen: Dari Thrifting Jadi Pusat Brand Lokal, UMKM Sambut Positif
Pemerintah berencana melakukan rebranding Pasar Senen Jakarta, mengubah citranya dari pusat pakaian bekas impor menjadi pusat brand lokal. Langkah ini disambut positif oleh pelaku UMKM di sektor fesyen.
Dukungan dari Asosiasi UMKM
Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumandiri), Hermawati Setyorinny, menilai rebranding Pasar Senen merupakan langkah baik. Menurutnya, praktik jual beli pakaian bekas impor selama ini merugikan pelaku UMKM di sektor fesyen dan konveksi.
"Thrifting ini sangat meresahkan bagi pelaku UMKM, khususnya di bidang pakaian dan konveksi, karena barang impor ini ilegal," jelas Hermawati.
Tantangan Minat Konsumen dan Harga
Hermawati mengingatkan bahwa keberhasilan rencana ini bergantung pada minat konsumen. Persoalan harga juga menjadi tantangan karena biaya produksi di Indonesia masih tinggi akibat ketergantungan pada bahan baku impor.
"Harapannya selain menjual produk lokal, pembelinya juga harus didatangkan. Konsumen harus mau membeli produk domestik yang harganya mungkin lebih mahal dari thrifting," tambahnya.
Perlunya Edukasi dan Perubahan Citra
Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, menilai kebijakan rebranding Pasar Senen akan efektif jika dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat.
"Edukasi ke masyarakat bahwa baju thrifting tidak higienis dan tidak sehat. Edukasi juga bahwa mengenakan produk lokal lebih prestisius," kata Esther.
Esther menekankan pentingnya mengubah citra produk lokal agar lebih menarik dan membanggakan, sehingga masyarakat memilih membeli barang baru produk lokal yang lebih murah dan berkualitas.
Restrukturisasi Industri Tekstil Nasional
Selain perubahan perilaku konsumen, Esther juga menyoroti pentingnya restrukturisasi industri tekstil nasional. Langkah ini diperlukan agar bisa menghasilkan produk yang lebih kompetitif melalui perbaikan kualitas sumber daya manusia di bidang tekstil.
Dengan langkah komprehensif ini, rebranding Pasar Senen diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan produk fesyen lokal dan mendongkrak pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 0,82%, Sektor Keuangan Satu-satunya yang Melemah
Ancol Catat Kerugian Rp38,4 Miliar di Kuartal I 2026 Meski Libur Lebaran
Harga Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram, Buyback Tetap Stagnan
Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Sebut Ketahanan Fiskal Masih Kuat