Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) telah mengajukan permohonan impor LPG sebesar 1,2 juta ton per tahun. LPG ini akan digunakan sebagai bahan baku untuk Pabrik New Ethylene di Cilegon, Banten, yang baru saja diresmikan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, menyatakan bahwa pembahasan mengenai impor LPG ini masih berada dalam tahap awal. "Kita saat ini bicaranya yang tahap awal dulu ya. Lotte sekarang sedang memesan impor untuk LPG," ujarnya di kantor Kementerian ESDM.
Laode juga mengungkapkan bahwa pihaknya belum memastikan apakah kebutuhan LPG untuk pabrik tersebut dapat dipenuhi dari dalam negeri. Hal ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Opsi penggunaan produk substitusi juga masih dalam pertimbangan.
Artikel Terkait
OJK Klaim Transparansi Pasar Modal Indonesia Lampaui Standar Global
IHSG Anjlok 0,77% di Awal Pekan, Mayoritas Saham Terpuruk
IHSG Anjlok 0,77% ke Level 6.972, Mayoritas Saham Tertekan
Peneliti Peringatkan Indonesia Terancam Jebakan Ketidaktampakan Strategis di Tengah Gejolak Global