Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) telah mengajukan permohonan impor LPG sebesar 1,2 juta ton per tahun. LPG ini akan digunakan sebagai bahan baku untuk Pabrik New Ethylene di Cilegon, Banten, yang baru saja diresmikan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, menyatakan bahwa pembahasan mengenai impor LPG ini masih berada dalam tahap awal. "Kita saat ini bicaranya yang tahap awal dulu ya. Lotte sekarang sedang memesan impor untuk LPG," ujarnya di kantor Kementerian ESDM.
Laode juga mengungkapkan bahwa pihaknya belum memastikan apakah kebutuhan LPG untuk pabrik tersebut dapat dipenuhi dari dalam negeri. Hal ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Opsi penggunaan produk substitusi juga masih dalam pertimbangan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya hilirisasi di sektor minerba, terutama dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi LPG di Indonesia. Peningkatan ini diproyeksikan terjadi pada tahun 2026, seiring dengan beroperasinya pabrik Lotte Chemical. "Konsumsi kita nanti ke depan di 2026 itu sudah mencapai hampir 10 juta ton LPG," tegas Bahlil.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah mendorong pengembangan industri dalam negeri. Salah satu proyek yang digalakkan adalah gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME), yang diharapkan dapat menjadi pengganti LPG. Proyek DME ini termasuk dalam 18 proyek hilirisasi yang sedang dikaji oleh Danantara Indonesia, dengan total investasi mencapai sekitar Rp 600 triliun.
Bahlil menambahkan bahwa uji kelayakan (feasibility study) untuk proyek-proyek tersebut ditargetkan selesai tahun ini. "Arahan Bapak Presiden dari 18 proyek yang sudah selesai pra-FS dan sudah dibicarakan dengan Danantara, kita akan selesaikan di tahun ini untuk semuanya dan di 2026 langsung pekerjaan di lapangan bisa berjalan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sentuh Rp2,94 Juta per Gram
IHSG Menguat 0,44% di Awal Pekan, Didorong Sektor Bahan Baku dan Energi
Analis Proyeksikan IHSG Menguat Terbatas, Waspadai Potensi Koreksi
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Koreksi, Pantau Level Support 7.712