Ruang Lingkup Kerja Sama Indonesia-Rusia
Kerja sama yang ditawarkan Indonesia mencakup beberapa poin kunci yang dirancang untuk membangun kemandirian di sektor kelautan. Poin-poin tersebut adalah:
- Peningkatan kapasitas angkutan laut disertai alih teknologi dari Rusia.
- Kerja sama ilmiah dan teknis dalam bidang maritim.
- Pengembangan infrastruktur pelabuhan yang berkelanjutan.
- Kerja sama industri galangan kapal.
- Program pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) maritim.
- Pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
AHY meyakini bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di enam bidang ini akan menjadi landasan kuat untuk kerja sama jangka panjang dan segera menghasilkan aksi nyata.
Dukungan Rusia untuk Poros Maritim Dunia
Menanggapi tawaran Indonesia, Nikolai Patrushev menyambut positif dan menyebut visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Ia menegaskan kesiapan Rusia untuk berbagi pengalaman yang luas di bidang industri, sains, teknologi, dan penyiapan tenaga kerja maritim.
Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya ekonomi maritim Indonesia yang tangguh, baik di tingkat regional maupun global.
Artikel Terkait
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor
ESDM Siap Naikkan Harga Patokan Nikel Usai Perintah Presiden Prabowo
IHSG Anjlok 1,34% Usai Reli, Aksi Jual Big Cap Jadi Pemicu
Petrosea dan Konsorsium Amankan Kontrak Rp989 Miliar untuk Proyek LNG Masela