Saham Amazon (AMZN) Melonjak 4% Usai Kerja Sama USD 38 Miliar dengan OpenAI, Wall Street Bervariasi

- Selasa, 04 November 2025 | 06:06 WIB
Saham Amazon (AMZN) Melonjak 4% Usai Kerja Sama USD 38 Miliar dengan OpenAI, Wall Street Bervariasi

Wall Street Berakhir Bervariasi, Saham Amazon Melonjak Usai Kerja Sama dengan OpenAI

Indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup dengan kinerja beragam pada perdagangan Senin (4/11). Sentimen positif datang dari pengumuman kerja sama besar antara Amazon.com Inc (AMZN.O) dan perusahaan kecerdasan buatan OpenAI senilai USD 38 miliar.

Berdasarkan kesepakatan multi-tahun ini, Amazon akan menyediakan layanan komputasi awan (cloud computing) bagi OpenAI. Kabar ini langsung memicu optimisme di kalangan investor, terutama di sektor teknologi. Saham Amazon meroket lebih dari 4 persen, memberikan dukungan signifikan bagi indeks Wall Street.

Performa Indeks Saham AS dan Dampak Kerja Sama Amazon-OpenAI

Pada penutupan pasar, indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melemah 178,13 poin atau 0,37 persen ke level 47.384,74. Sebaliknya, S&P 500 berhasil naik 13,39 poin atau 0,19 persen menjadi 6.853,36. Indeks Nasdaq Composite menunjukkan performa terbaik dengan penguatan 108,07 poin atau 0,46 persen menjadi 23.833,03.

Kinerja positif Nasdaq didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi, dengan Amazon sebagai penyumbang utama following pengumuman kerja sama strategis dengan OpenAI.

Dolar AS Menguat dan Sinyal Kebijakan The Fed

Sementara itu, nilai dolar AS terus mendekati level tertinggi dalam tiga bulan terakhir terhadap euro. Penguatan ini seiring dengan berkurangnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga agresif oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Meski The Fed memangkas suku bunga pekan lalu sesuai perkiraan, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell meredam optimisme investor. Powell menegaskan bahwa penurunan suku bunga lanjutan pada Desember "bukanlah sesuatu yang pasti".

Faktor yang Mempengaruhi Pasar Saham AS

Beberapa faktor turut mempengaruhi volatilitas pasar saham AS:

  • Ketidaknyamanan sejumlah pejabat The Fed terhadap langkah pemangkasan suku bunga
  • Kekurangan data ekonomi akibat government shutdown yang berlangsung
  • Respons investor terhadap perkembangan korporasi besar dan pernyataan pejabat The Fed

Adam Sarhan, CEO 50 Park Investments di New York, mengkonfirmasi bahwa "Investor optimistis terhadap perkembangan AI dan kemajuan hubungan dagang dengan China. Namun saat pasar dibuka, kita melihat dua arah yang berbeda."

Perkembangan Pasar Lain dan Prospek ke Depan

Di perkembangan lainnya, Mahkamah Agung AS dijadwalkan membahas legalitas tarif global Presiden Donald Trump. Analis memperkirakan tarif tersebut akan tetap berlaku dalam jangka panjang berdasarkan sejumlah otoritas hukum.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah AS (WTI) menguat 7 sen menjadi USD 61,05 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah investor mencermati rencana OPEC yang akan menghentikan peningkatan pasokan minyak.

Bitcoin tercatat turun 2 persen ke level USD 107.486, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis 1,1 basis poin menjadi 4,112 persen.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar