Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Kuartal III 2025 Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Ungkap Faktanya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sistem keuangan Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dengan tetap stabil selama kuartal III tahun 2025. Meskipun demikian, pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko ekonomi baik dari dalam negeri maupun gejolak global yang berpotensi mempengaruhi performa perekonomian.
Kinerja Positif Sektor Domestik dan Dampak Likuiditas
Purbaya menjelaskan bahwa dari sisi domestik, sektor keuangan berhasil mempertahankan kekuatan kinerja konsumsi masyarakat. Keyakinan konsumen terhadap kinerja pemerintah dan prospek perekonomian juga terus mengalami perbaikan, yang turut mendorong optimisme di pasar.
Kebijakan penempatan kas pemerintah sebesar Rp 200 triliun kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terbukti efektif dalam meningkatkan likuiditas perekonomian. Hal ini tercermin dari pertumbuhan uang primer (M0) yang mencapai 13,2 persen dan pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar 8 persen per September 2025.
Waspadai Tantangan dan Prospek Ekonomi Global
Di tengah stabilitas yang terjaga, Purbaya mengingatkan pentingnya mewaspadai kondisi ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi dunia masih menghadapi tekanan, terutama akibat kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang menciptakan tingkat ketidakpastian tinggi.
Namun, terdapat secercah harapan dengan menguatnya ekspektasi terhadap perbaikan ekonomi global ke depan. Aktivitas ekonomi AS yang masih lemah berdampak pada pasar tenaga kerja, memicu penurunan Fed Fund Rate sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75 persen - 4 persen.
Sementara itu, performa ekonomi di Eropa, Jepang, China, dan India masih menunjukkan pelemahan, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang lesu. Meski demikian, Dana Moneter Internasional memberikan sinyal positif dengan merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3 persen menjadi 3,2 persen dalam laporan Oktober 2025.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Sesi, Tekanan Sektor Teknologi dan EV Masih Membayangi
Moodys Turunkan Outlook Kredit Raksasa Korporasi dan BUMN Indonesia Jadi Negatif
IHSG Terkoreksi 2,08%, Mayoritas Sektor Berada di Zona Merah
OJK Targetkan Dana Masuk Pasar Modal Capai Rp250 Triliun pada 2026