3 Saham Sabun Mandi di BEI: Daftar & Profil Perusahaan Terlengkap
Bagi investor yang tertarik dengan sektor barang konsumen primer, saham sabun mandi di BEI menawarkan potensi yang menarik. Perusahaan-perusahaan ini bergerak dalam produksi Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang dibutuhkan sehari-hari, termasuk sabun mandi. Artikel ini akan mengulas profil singkat dan kinerja harga dari tiga emiten tersebut.
1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) adalah bagian dari Unilever Global, raksasa multinasional di bidang FMCG. UNVR merupakan salah satu emiten sabun mandi terbesar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia.
Selain produk sabun mandi andalannya seperti Lifebuoy, UNVR juga memproduksi beragam kebutuhan rumah tangga lainnya, seperti pasta gigi, es krim, bumbu masak, dan sabun cuci. Perusahaan yang telah beroperasi sejak 1933 ini tercatat di BEI pada 11 Januari 1982.
Kinerja Terkini: Pada perdagangan Jumat, 31 Oktober 2025, saham UNVR ditutup pada harga Rp 2.580 per saham. Catatan mencolok menunjukkan kinerja saham ini naik 44,94 persen dalam satu bulan terakhir.
2. PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC)
PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) secara resmi dikategorikan sebagai emiten sektor kesehatan dengan fokus utama pada produksi obat-obatan bebas (OTC). Namun, perusahaan ini juga memiliki lini bisnis produk perawatan tubuh yang kuat, termasuk sabun mandi dengan merek ternama seperti Marina dan Claudia.
Didirikan pada 1953, TSPC telah menjadi nama terpercaya di industri dan melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada tahun 1994.
Kinerja Terkini: Pada sesi perdagangan yang sama, 31 Oktober 2025, saham TSPC menguat 2,52 persen dan ditutup di harga Rp 2.850 per saham. Secara bulanan, saham ini telah memberikan return sebesar 21,28 persen.
3. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA)
PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menawarkan profil yang unik. Emiten ini pada dasarnya adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi, dengan kegiatan utama di agrikultur dan pengolahan CPO. Dari turunan kelapa sawit inilah, TBLA memproduksi berbagai produk, termasuk sabun mandi dan sabun cuci dengan merek Kompas, serta minyak goreng, margarin, dan gliserin.
TBLA merupakan emiten yang relatif baru, tercatat di bursa pada tahun 2020 melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).
Kinerja Terkini: Berbeda dengan dua emiten sebelumnya, saham TBLA mengalami koreksi 5,70 persen pada 31 Oktober 2025, ditutup di level Rp 745 per saham. Meski demikian, dalam rentang satu bulan, sahamnya masih tercatat tumbuh 1,36 persen.
Kesimpulan
Ketiga saham sabun mandi di BEI di atas UNVR, TSPC, dan TBLA menawarkan profil bisnis dan risiko yang berbeda. UNVR adalah pemain FMCG murni yang terdiversifikasi, TSPC berfokus pada kesehatan dengan diversifikasi ke produk tubuh, sementara TBLA adalah perusahaan agrikultur dengan produk turunan sabun. Memahami profil mendalam setiap emiten sangat penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
Artikel Terkait
Calculus Investment Luncurkan Tender Wajib Rp88 per Saham untuk STAR Senilai Rp286,4 Miliar
16 Emiten Gelontorkan Rp15,39 Triliun untuk Buyback Saham
Harga Emas Pegadaian Naik Lagi, Galeri24 dan UBS Tembus Rp2,9 Jutaan per Gram
Indospring Ekspansi Ekspor ke Pasar Timur Tengah