Presiden mengungkapkan bahwa semangat awal berdirinya APEC adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kerja sama multilateral. Ia mendorong semua negara anggota APEC untuk bersatu dan menolak ekonomi yang eksklusif karena hanya akan menciptakan perpecahan.
"Sudah saatnya kita memperbarui komitmen kita terhadap kerja sama ekonomi multilateral yang terbuka, adil, dan inklusif. Indonesia berkomitmen pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan WTO sebagai intinya," kata Prabowo.
Kolaborasi Tangani Kejahatan Lintas Batas
Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk menghadapi kejahatan lintas batas yang mengancam keberlangsungan negara. Ancaman seperti penyelundupan, pencucian uang, dan perdagangan narkotika harus ditangani bersama-sama.
"Marilah kita bekerja sama untuk terus membangun APEC dan mengupayakan kerja sama melalui multilateralisme guna memastikan APEC terus memberikan manfaat nyata," pungkasnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
IHSG Bangkit dari Awal Melemah, Rebound 0,28% di Awal Perdagangan
Tiga Saham Kembali Diperdagangkan di BEI Usai Suspensi
Kemenhub Wajibkan Sopir Cadangan dan Aturan Istirahat Ketat untuk Antisipasi Kecelakaan Arus Balik
PT Merdeka Gold Ajukan IPO di Hong Kong di Tengah Peningkatan Produksi dan Kerugian Membengkak