Kementan dan TNI AL Kolaborasi Wujudkan Swasembada Kedelai
Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kemitraan strategis dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) untuk mempercepat program swasembada kedelai. Bentuk kolaborasi ini adalah pengembangan lahan kedelai seluas 10.000 hektare di wilayah binaan TNI AL.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kedelai adalah komoditas prioritas. "Masalah pangan adalah masalah strategis. Yang belum swasembada adalah kedelai dan ini adalah tugas berat," ujar Amran. Untuk itu, sinergi dengan TNI AL menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai.
Produktivitas Kedelai Meningkat Signifikan
Bukti keberhasilan kolaborasi ini sudah terlihat dengan panen varietas unggul Kedelai Garuda Merah Putih di Lampung Utara. Varietas ini menunjukkan hasil yang luar biasa dengan produktivitas mencapai 4 ton per hektare.
“Kedelai Garuda Merah Putih ini luar biasa, produksinya 4 ton per hektare. Kami dari Kementan siapkan benihnya, alat mesin pertanian, dan sarana produksi lainnya,” jelas Amran. Angka ini jauh melampaui produktivitas nasional saat ini yang berdasarkan data BPS hanya sekitar 1,623 ton per hektare.
Artikel Terkait
APBI Soroti Pemangkasan Produksi Batu Bara 2026, Ancaman PHK dan Guncangan Ekonomi Mengintai
Erajaya Pacu Ekspansi, Bidik Kenaikan Laba 18% dengan Strategi Gaya Hidup dan EV
Trump Tunjuk Kevin Warsh Pimpin Fed, Ekonom Terbelah
Yogya Galang Dana Kreatif, Atasi Rp32 Triliun yang Tidur di Bank