Belajar dari Masa Pandemi, Fokus pada Pengalaman Pelanggan
Gregory juga menyoroti ketangguhan AZKO dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk masa sulit pandemi Covid-19. Saat itu, toko fisik tidak bisa beroperasi normal dan tren belanja beralih sepenuhnya ke online. Pengalaman tersebut diyakini telah menguatkan fondasi bisnis perusahaan.
"Buat kami, kami fokus saja ke dalam, artinya bagaimana terus mendekatkan diri ke customer, mendeliver pengalaman belanja yang baik, yang jauh lebih bagus daripada yang lain," tuturnya.
Respons Positif Masyarakat terhadap Rebranding Menjadi AZKO
Mengenai proses rebranding dari nama sebelumnya menjadi AZKO, Gregory mengaku menerima respons yang sangat positif dari publik. Perusahaan telah melakukan validasi melalui berbagai riset, termasuk dengan melibatkan lembaga riset independen.
"Dan itu menunjukkan bahwa masyarakat sudah aware terhadap brand baru kami, AZKO. Dan secara penerimaan juga sangat baik dari masyarakat," pungkas Gregory dengan optimis mengenai kinerja AZKO ke depan.
Artikel Terkait
Fore Kopi Indonesia Catat Laba Bersih Rp90 Miliar, Naik 55% pada 2025
Pemerintah Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Mulai April 2026
Semen Baturaja Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih di 2025
Pemerintah Tetapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN, Potensi Hemat Anggaran Rp6,2 Triliun