Semen Baturaja (SMBR) Kantongi Restu Pemegang Saham untuk Tambah Lini Bisnis Baru
PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) telah menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat yang digelar di Jakarta ini menyetujui penambahan bidang usaha baru dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Perubahan ini menjadi jalan bagi anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SIG) tersebut untuk mengembangkan pola bisnis yang lebih adaptif dan kompetitif di industri semen nasional.
Persetujuan Penambahan Bidang Usaha SMBR
Vice President of Corporate Secretary SMBR, Hari Liandu, mengonfirmasi bahwa pemegang saham menyetujui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 70209, yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya. Persetujuan perubahan Anggaran Dasar juga diberikan untuk mendukung langkah strategis ini.
Strategi Bisnis Baru: Koordinator Area Penjualan
Penambahan bidang usaha ini dirancang untuk mengakomodasi rencana bisnis Semen Baturaja dalam menjalankan konsep Koordinator Area Penjualan. Wilayah cakupannya meliputi Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung, dengan imbal hasil berupa management fee.
Penerapan model bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Perseroan melalui strategi diversifikasi dan penetrasi multi-brand. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.
Sinergi Grup dan Penguatan Pasar
Hari Liandu menegaskan bahwa pola bisnis baru ini memperkuat posisi SMBR bersama entitas anak SIG lainnya. Pendekatan micro market strategy, efisiensi distribusi, dan respons cepat terhadap dinamika pasar regional menjadi kunci utamanya.
Langkah ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperluas potensi pasar dan memperkuat sinergi antar entitas di dalam Grup SIG. Dengan konsep Koordinator Area Penjualan, SMBR dapat menjangkau pasar lebih efektif, memperluas sebaran produk, dan menciptakan efisiensi distribusi.
Komitmen Transformasi Bisnis Jangka Panjang
Semen Baturaja berkomitmen untuk menjalankan transformasi bisnis secara berkelanjutan dengan prinsip efisiensi, inovasi, dan kolaborasi. Pola bisnis yang fleksibel dan terintegrasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi bisnis jangka panjang Perseroan serta kontribusinya terhadap kinerja SIG.
Artikel Terkait
Bitcoin Tembus Rp1,39 Miliar, Tertinggi dalam Tiga Bulan Didorong Arus Dana Institusional
BRI Gandeng Grab, Beri Diskon Belanja dan Transportasi bagi Pemegang Kartu Kredit
MNC Bank Medan Bagikan Hadiah Cashback Jutaan Rupiah Lewat Program Tabungan Dahsyat Arisan
IHSG Ditutup Menguat 1,22 Persen ke 7.057, Didorong Sektor Barang Baku dan Keuangan