Hasil Survei KedaiKOPI: 1 dari 2 Orang Pakai Paylater, Ternyata Ini Prioritas Belanja Mereka!

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:12 WIB
Hasil Survei KedaiKOPI: 1 dari 2 Orang Pakai Paylater, Ternyata Ini Prioritas Belanja Mereka!
Hasil Survei KedaiKOPI: Perilaku Konsumsi & Daya Beli Kelas Menengah

Survei Ungkap Perilaku Konsumsi Kelas Menengah: Prioritas Pokok & Maraknya Paylater

Lembaga survei KedaiKOPI merilis temuan terbaru mengenai pola konsumsi dan daya beli kelas menengah Indonesia. Riset ini juga mengukur tingkat optimisme mereka terhadap kondisi ekonomi terkini.

Pengeluaran Rumah Tangga Diprioritaskan untuk Kebutuhan Pokok

Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat kelas menengah lebih mengutamakan pengeluaran untuk kebutuhan pokok rumah tangga daripada barang hobi atau rekreasi.

Peneliti senior KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menjelaskan, "Tiga dari lima masyarakat kelas menengah mempersepsikan kenaikan pengeluaran rumah tangga dalam 3 bulan terakhir, termasuk biaya pendidikan. Hal inilah yang menyebabkan belanja kebutuhan pokok lebih diprioritaskan."

Kepemilikan Tempat Tinggal Kelas Menengah

Survei ini juga mengungkap status kepemilikan tempat tinggal. Sebanyak 54,4% responden mengaku telah memiliki tempat tinggal secara lunas tanpa cicilan. Sementara itu, 19,3% menyewa atau mengontrak, dan 16,5% menumpang bersama keluarga.

Fenomena Paylater: 1 dari 2 Orang Pernah Menggunakan

Penggunaan layanan paylater atau bayar nanti ternyata sangat masif di kalangan ini. Hampir setengah dari responden, tepatnya 57%, mengaku pernah menggunakan fitur ini.

"Satu dari dua orang pasti pakai, pernah pakai PayLater," tegas Ashma.

Belanja Gaya Hidup di Rentang Rp 500 Ribu - Rp 1,5 Juta

KedaiKOPI mencatat, anggaran yang paling banyak dikeluarkan kelas menengah untuk gaya hidup, baik belanja maupun hobi, berada di kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per bulannya.

Trend Rojali dan Rohana: Ke Mal Hanya untuk Jalan-Jalan

Fenomena 'Rombongan Jarang Beli' (Rojali) dan 'Rombongan Hana-hana' (Rohana) terbukti dalam survei. Sebanyak 65,8% responden mengaku datang ke mal utamanya hanya untuk jalan-jalan dan menikmati suasana, bukan dengan tujuan utama berbelanja.

Perilaku lain yang menonjol adalah kebiasaan membandingkan produk yang dilihat di toko fisik dengan harga yang ditawarkan di platform daring sebelum memutuskan pembelian.

Metodologi Survei: Survei ini dilakukan pada periode 14-19 Oktober dengan metode Online-Computerized Assisted Self Interview (CASI) yang melibatkan 932 responden berusia 17-55 tahun dengan pendapatan bulanan Rp 3,5 juta hingga Rp 14,5 juta.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar