Dampak Bantuan Sosial Pemerintah terhadap Daya Beli
Indo Premier Sekuritas dalam riset terkininya mengungkapkan bahwa program bantuan sosial tunai pemerintah pada periode Oktober-Desember 2025 berpotensi mengerek kembali daya beli masyarakat. Pemerintah akan menyalurkan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan kepada 35,4 juta penerima, dengan total anggaran mencapai Rp31,9 triliun.
Skema bantuan tunai ini dinilai lebih efektif dalam mendorong konsumsi dibandingkan bantuan non-tunai. Sebagai perbandingan, ketika pemerintah menyalurkan bantuan tunai tambahan pada 2022, penjualan sektor barang konsumsi harian melonjak 8,7 persen.
Dengan adanya bantuan sosial pada kuartal IV-2025 dan momentum persiapan Lebaran 2026 yang jatuh lebih awal, Indo Premier memperkirakan penjualan domestik barang konsumsi akan menguat pada akhir tahun.
Prospek Margin Perusahaan dan Rekomendasi Saham
Dari sisi margin, tekanan biaya bahan baku diperkirakan mereda. Harga komoditas seperti kopi, kakao, gula, dan minyak mentah Brent turun masing-masing lebih dari 20% secara tahunan. Penurunan harga komoditas ini akan membantu margin produsen seperti Kalbe Farma (KLBF) dan Mayora (MYOR).
Meskipun valuasi sektor konsumsi berada di level menarik, yaitu 13,2 kali P/E forward, Indo Premier masih mempertahankan rekomendasi neutral. Mereka menunggu bukti nyata pemulihan daya beli sebelum menaikkan prospek sektor ini. Urutan saham pilihan Indo Premier adalah KLBF, MYOR, ICBP, UNVR, dan SIDO.
Keputusan pembelian atau penjualan saham sepenuhnya berada di tangan investor. Lakukan analisis mendalam dan pertimbangkan profil risiko Anda sebelum mengambil keputusan investasi.
Artikel Terkait
Pasca Trading Halt, Direktur Utama BEI Iman Rahman Mengundurkan Diri
Puluhan Emiten BEI Terancam Delisting Gara-gara Aturan Free Float
Ketua OJK Dapat Kabar Mundurnya Dirut BEI dari YouTube
Rosan Roeslani: BUMN Kuasai 30 Persen Pasar Modal, Demutualisasi BEI Jadi Prioritas