Serangan Drone Ukraina dan Rusia Kembali Memanas, Targetkan Infrastruktur Energi

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:12 WIB
Serangan Drone Ukraina dan Rusia Kembali Memanas, Targetkan Infrastruktur Energi

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan udara yang menargetkan infrastruktur energi. Pasukan Ukraina menyerang terminal minyak di St. Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia, menggunakan drone pada Jumat (3/7) malam waktu setempat. Sementara itu, Rusia membalas dengan menghantam fasilitas produksi gas di wilayah Poltava, Ukraina.

Gubernur St. Petersburg, Alexander Beglov, mengatakan drone tersebut menyasar fasilitas di Distrik Kirovsky. Dampak teknis dari serangan berhasil diatasi dan tidak ada korban luka. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengonfirmasi serangan terhadap infrastruktur minyak pelabuhan dan mengklaim pasukannya juga menyerang Kronstadt, pangkalan utama Armada Baltik Rusia. Namun, klaim itu belum dikonfirmasi oleh Rusia.

Secara keseluruhan, Rusia mengaku berhasil menembak jatuh 72 drone di wilayah Leningrad yang berbatasan dengan St. Petersburg. Gubernur Alexander Drozdenko mengatakan tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah mencegat total 389 drone Ukraina yang menyerang berbagai wilayah dalam semalam.

Serangan ini terjadi setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone ke Kyiv pekan ini, yang menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai hampir 100 orang.

Di sisi lain, perusahaan energi milik negara Ukraina, Naftogaz, mengatakan fasilitas produksi gasnya di wilayah Poltava terpaksa menghentikan operasi setelah terkena serangan militer Rusia pada Sabtu dini hari. Staf Umum Militer Ukraina menyebut pihaknya berhasil mencegat 69 dari 86 drone Rusia yang diluncurkan semalam. Meski demikian, 17 drone dan dua rudal tetap berhasil menghantam sejumlah lokasi di berbagai wilayah Ukraina.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina terus meningkatkan serangan terhadap kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia. Serangan itu disebut telah memicu kelangkaan bahan bakar di berbagai wilayah Rusia, dengan sekitar 90 persen wilayah negara itu dilaporkan mengalami gangguan pasokan bensin dalam beberapa hari terakhir.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags