BEI Targetkan Kapitalisasi Pasar Rp30.000 Triliun dan 1.100 Emiten pada 2030

- Senin, 29 Juni 2026 | 15:40 WIB
BEI Targetkan Kapitalisasi Pasar Rp30.000 Triliun dan 1.100 Emiten pada 2030

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik kapitalisasi pasar sebesar Rp30.000 triliun pada 2030, sejalan dengan ambisi menjadi salah satu dari 10 bursa terbesar dunia. Jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia pun ditargetkan meningkat menjadi 1.100 emiten dalam periode yang sama.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan target tersebut merupakan bagian dari visi dan misi kepengurusan BEI periode 2026-2030. "Kami akan membawa Bursa Efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia untuk manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," ujar Jeffrey dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI secara virtual, Senin (29/6/2026).

Tak hanya itu, BEI juga menargetkan nilai transaksi harian mencapai Rp31 triliun pada 2030. Jumlah investor pasar modal ditargetkan meningkat menjadi 35 juta investor, dengan rasio kapitalisasi pasar terhadap produk domestik bruto (PDB) melampaui 83 persen.

"Kami berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar visi dan misi pasar modal Indonesia dapat tercapai dengan baik," kata Jeffrey.

Sebagai perbandingan, hingga akhir 2025 kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp15.840 triliun, sedangkan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp18,06 triliun. Jumlah perusahaan tercatat di BEI hingga akhir 2025 mencapai 956 emiten.

Jeffrey menuturkan, saat ini posisi BEI berada di peringkat ke-19 dunia dari sisi kapitalisasi pasar dan peringkat ke-17 dari sisi nilai transaksi. "Kita ingin membawa pasar modal Indonesia dan Bursa Efek Indonesia ke depan menjadi salah satu dari 10 bursa terbesar di dunia, baik berdasarkan kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi," ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, BEI menyiapkan empat pilar utama strategi pengembangan: meningkatkan aktivitas transaksi, mengembangkan bisnis non-transaksi, meningkatkan kualitas dan kuantitas perusahaan tercatat, serta memperluas inklusi bagi seluruh segmen investor di pasar modal Indonesia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags