PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) telah merampungkan pengalihan seluruh saham hasil pembelian kembali (treasury stock) yang dimilikinya. Langkah ini diambil setelah perseroan menyelesaikan program Management and Employee Stock Option Program (MESOP) dan menjual sisa saham treasury kepada pemegang saham pengendali.
Dalam program MESOP, sebanyak 156,5 juta saham disetujui untuk dialihkan kepada peserta. Realisasinya mencapai 155,3 juta saham melalui empat tahap pelaksanaan, yakni Tahap I, II, IIIA, dan IIIB. Setelah itu, AKRA masih memiliki 181,005 juta saham treasury, termasuk 1,2 juta saham yang tidak dieksekusi dalam program tersebut.
Untuk memenuhi ketentuan regulator, perseroan kemudian mengalihkan seluruh sisa saham treasury kepada PT Arthakencana Rayatama selaku pemegang saham perseroan. Pengalihan dilakukan melalui mekanisme pasar negosiasi di Bursa Efek Indonesia secara bertahap pada 4, 5, dan 6 Mei 2026. Dengan rampungnya transaksi tersebut, seluruh saham hasil pembelian kembali yang dimiliki AKRA telah dialihkan.
Manajemen menjelaskan, pengalihan saham treasuri kepada PT Arthakencana Rayatama dilakukan untuk memenuhi kewajiban pengalihan kembali saham hasil buyback sesuai batas waktu yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023. Selain itu, mekanisme pasar negosiasi kepada pemegang saham pengendali dinilai sebagai opsi paling efisien untuk meminimalkan potensi tekanan terhadap likuiditas perdagangan maupun harga saham AKRA.
Artikel Terkait
Tender 300 Bus Listrik TransJakarta 2026 Berpotensi Dongkrak Kinerja VKTR
InJourney Konsolidasi Hotel BUMN untuk Perkuat Pariwisata Nasional
BEI Catat Delapan Perusahaan dalam Antrean IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
30 Persen Peserta Program Magang Nasional Langsung Terserap Dunia Kerja