Jakarta - PT Mulia Boga Raya Tbk, si pembuat keju Prochiz yang akrab disapa emiten KEJU, menegaskan komitmennya soal aturan free float saham. Mereka berjanji bakal memenuhi ketentuan minimal kepemilikan saham publik yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Corporate Secretary KEJU, Jeffry Halim, menyebut target pemenuhan itu akan dicapai jauh sebelum batas akhir yang diberikan. "Tentunya kami akan patuhi BEI," tegasnya dalam sebuah public expose di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Alasannya cukup jelas. Saat ini, kapitalisasi pasar KEJU masih berada di angka Rp3,12 triliun. Angka itu masih di bawah ambang batas Rp5 triliun yang menjadi pembeda dalam aturan transisi BEI.
"Nilai kapitalisasi pasar kami masih di bawah Rp5 triliun," ujar Jeffry.
Karena itu, perusahaan mendapat waktu lebih longgar. Aturan mainnya, emiten dengan kapitalisasi di bawah Rp5 triliun wajib memiliki free float minimal 15 persen pada 31 Maret 2029. Nah, posisi KEJU saat ini? Masih sekitar 10,22 persen.
Namun begitu, Jeffry memastikan langkah peningkatannya sudah direncanakan. "Tentunya kami akan lakukan peningkatan free float secara bertahap hingga 2029," katanya. Rencananya, proses ini akan dilakukan selangkah demi selangkah sebelum tenggat waktu di Maret 2029.
Di sisi lain, aturan BEI memang memberikan ruang transisi. Bagi emiten bermodal besar kapitalisasi Rp5 triliun ke atas jadwalnya lebih ketat. Mereka yang free float-nya di bawah 12,5 persen per Maret 2026 harus mengejar angka 12,5 persen setahun kemudian, lalu 15 persen di Maret 2028.
Sementara yang sudah di kisaran 12,5-15 persen, harus mencapai full 15 persen pada Maret 2027. Perbedaannya cukup signifikan.
Bagi KEJU, jalan yang ditempuh masih punya waktu. Komitmen itu diucapkan, dan pasar kini menunggu realisasi bertahapnya dalam beberapa tahun ke depan.
Artikel Terkait
ShopeePay Luncurkan Kampanye Pasti Gratis, Bebaskan Biaya Admin Transfer dan Tarik Tunai
BPII Kurangi Modal Anak Usaha di Singapura Senilai Rp34,71 Miliar
Argentina Jadi Negara dengan Utang Terbesar ke IMF, Capai Rp680 Triliun
TOTO Bagikan Dividen Final Rp134 Miliar untuk Tahun Buku 2025