Pendaftar Manajer Koperasi Desa Tembus 383 Ribu, Sistem Sempat Kewalahan

- Senin, 20 April 2026 | 16:50 WIB
Pendaftar Manajer Koperasi Desa Tembus 383 Ribu, Sistem Sempat Kewalahan

Gelombang pendaftar untuk posisi manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan ternyata luar biasa. Sejak dibuka pekan lalu, angka pendaftar sudah menembus 383.830 orang. Padahal, kebutuhan awal cuma untuk sekitar 35 ribu lebih posisi. Minatnya benar-benar meledak.

Menko Pangan Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas mengaku kewalahan juga dengan antusiasme ini. Menurutnya, sistem sempat kewalahan.

"Ini yang daftar banyak. Jadi sudah 383.830 (pendaftar), terdiri dari, 220.364 untuk Koperasi Desa, 64 ribu Kampung Nelayan. Ini (data) hari ini, jam 10.30. Tadi totalnya 383.830," kata Zulhas.

Dia bilang, karena membludak, website pendaftaran sempat 'hang' beberapa kali. "Kita nyatakan memang pendaftarnya terbuka, transparan, jujur dan tidak ada yang menjamin-jamin bisa diterima, ya terbuka apa adanya saja," lanjutnya.

Angka itu diprediksi masih akan terus naik. Soalnya, proses pendaftaran sendiri masih terus berjalan sampai batas waktu yang ditentukan.

Di sisi lain, progres pembangunan fisik Kopdes Merah Putih juga terus berjalan. Dari total lebih dari 83 ribu desa di Indonesia, saat ini 5.714 titik sudah selesai dibangun. Yang masih dalam pengerjaan ada 25.625 titik. Sementara itu, lahan yang sudah siap untuk dibangun mencapai 35.408 titik.

Tapi, bukan berarti tanpa kendala. Zulhas mengakui, tantangan utama justru ada di perkotaan. Harga tanah yang mahal dan status kepemilikannya yang rumit sering jadi penghalang.

"Karena di kota-kota itu tanahnya mahal. Ada yang tanahnya punya kota daerah, ada yang punya instansi lain, ada berbagai macam kepemilikan, dan ada juga luasnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Ini kami data terus, sehingga nanti bisa kita selesaikan," jelasnya.

Jadi, sementara antrian calon manajer mengular, pemerintah masih berjibaku dengan persoalan lahan terutama di daerah urban. Dua proses ini berjalan beriringan, meski dengan tantangannya masing-masing.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar