Wall Street menutup perdagangan Senin (13/4/2026) dengan catatan hijau yang cukup meyakinkan. Sentimen positif ini, seperti dilaporkan Reuters, datang dari harapan baru bahwa Amerika Serikat dan Iran mungkin akan kembali ke meja perundingan. Kabar itulah yang memompa semangat investor setelah sesi awal yang terasa datar.
Indeks Dow Jones merangkak naik lebih dari 0,6 persen. Sementara itu, S&P 500 menguat sekitar satu persen. Nasdaq bahkan melesat lebih tinggi, dengan kenaikan hampir 1,25 persen.
Pergerakan pasar berubah drastis di pertengahan sesi. Pemicunya adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran berniat mencapai gencatan senjata. Trump juga mengklaim pihaknya siap menyerah soal isu program nuklir. Pernyataan itu langsung disambut hangat oleh para pelaku pasar.
Kevin Mahn, Kepala Investasi di Hennion & Walsh Asset Management, melihat sinyal ini sebagai angin segar.
“Setiap kali ada pengumuman gencatan senjata atau prospek penyelesaian konflik di Timur Tengah meningkat, harga minyak turun, proyeksi inflasi menurun, imbal hasil turun, dan pasar mulai menguat,” jelas Kevin.
Meski begitu, dia mengingatkan bahwa semua ini masih bersifat sementara.
“Selama belum ada penyelesaian final, pasar saham dan obligasi belum akan pulih secara berkelanjutan,” tambahnya. “Namun investor menilai peluang tercapainya kesepakatan cukup tinggi. Kalau tidak, ya, pasar bisa terkoreksi lebih dalam lagi.”
Perjalanan indeks S&P 500 belakangan ini memang seperti roller coaster. Sejak konflik dengan Iran memanas akhir Februari lalu, indeks acuan itu sempat anjlok hingga 7,8 persen. Tapi lihat sekarang. Di penutupan Senin, seluruh kerugian itu berhasil dipangkas. Malah, posisinya kini sedikit lebih tinggi, naik sekitar 0,1 persen dibanding level 27 Februari.
Ada beberapa saham yang tampil luar biasa. Saham Allogene Therapeutics, contohnya, melonjak 12,5 persen. Kenaikan ini didorong data sementara terapi kanker darah mereka yang menunjukkan hasil menjanjikan.
Di sektor lain, Albemarle produsen lithium terbesar dunia naik hampir 7 persen. Analis Oppenheimer baru saja menaikkan target harga untuk saham perusahaan tersebut.
Tapi tidak semua sektor bernasib baik. Kenaikan harga minyak yang ikut terdongkrak sentimen ini justru membebani saham maskapai penerbangan. United Airlines, Delta Air Lines, dan American Airlines sama-sama melemah, menyerap dampak dari biaya operasi yang diprediksi akan membengkak.
Jadi, pasar hari ini bergerak di atas harapan. Sebuah harapan yang rapuh, tapi cukup kuat untuk mengubah warna papan penanda.
Artikel Terkait
Tagar SjafrieSAfiekalla Trending, Dukungan untuk Afi Kalla di Pilketum Hipmi Menguat
IHSG Anjlok 11,92% Sepanjang Mei, Saham-Saham Ini Justru Melesat di Tengah Koreksi
Pemprov DKI Beri Diskon PBB 7,5 Persen dan Hapus Sanksi Tunggakan, Berlaku Juni 2026
Bursa Asia Menguat, Nikkei dan KOSPI Cetak Rekor Baru Didorong Sektor Teknologi