Agenda rapat ternyata cukup padat. Selain dua hal besar tadi, pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar. Perubahan ini terkait reklasifikasi saham Seri B milik BP BUMN menjadi saham Seri A Dwiwarna, yang melibatkan 223 juta lebih lembar saham. Ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap UU terbaru tentang BUMN.
Okki menegaskan bahwa penyesuaian ini wajib dilakukan. Tujuannya jelas, untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan sebagai sebuah BUMN.
Rapat juga mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan, menetapkan remunerasi untuk direksi dan dewan komisaris tahun depan, serta menunjuk akuntan publik. Ada juga pendelegasian wewenang untuk menyetujui rencana kerja jangka panjang dan RKAP.
Tak ketinggalan, rapat menerima laporan soal penggunaan dana dari Sustainability Bond yang diterbitkan sebelumnya, dan membahas lagi soal wewenang RUPS terkait dana pensiun perseroan.
Intinya, semua keputusan yang diambil dalam RUPST kemarin punya satu tujuan besar: memperkuat fondasi bisnis BNI. Dengan modal yang kuat, tata kelola yang adaptif, dan kebijakan yang berorientasi jangka panjang, BNI optimis bisa terus berkembang dan berkontribusi bagi perekonomian nasional. Momentum pertumbuhan harus dijaga, apalagi di tengah persaingan industri keuangan yang makin ketat.
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Niaga dan Semen Baturaja Jalin Kerja Sama Perdagangan Clay
Wall Street Turun Lagi, Tertekan Isyarat Eskalasi Ketegangan Timur Tengah
OJK Wajibkan Dana IPO Ditampung dalam Rekening Khusus
Pemerintah Tegaskan Belum Ubah APBN Meski Harga Minyak Sempat Melonjak