Penyusutan Kepemilikan Bertahap
Dampak langsung dari aksi jual ini adalah penyusutan porsi kepemilikan Mandiri Terang Harapan di perusahaan sekuritas tersebut. Posisinya kini tinggal 256,8 juta saham atau setara 9,06% dari total saham beredar. Angka ini turun cukup drastis dari posisi sebelumnya, yakni 381,8 juta saham atau 13,48%.
Perlu dicatat, langkah ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, pada akhir Januari dan awal Februari 2026, entitas yang sama telah melakukan dua kali pelepasan saham. Ratusan juta saham dilepas dalam dua tahap tersebut, dengan harga yang juga bervariasi, menunjukkan sebuah pola divestasi yang berkelanjutan.
Dampak dan Sentimen Pasar
Rangkaian berita divestasi ini turut memengaruhi pergerakan saham PEGE di pasar. Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, saham emiten tercatat melemah, melanjutkan tren pekanan yang negatif. Tekanan jual dari aksi korporasi pemegang saham besar seperti ini seringkali menjadi bahan pertimbangan investor retail dalam mengambil keputusan trading jangka pendek, meski motivasi di baliknya bisa bersifat strategis dan tidak selalu mencerminkan kinerja fundamental perusahaan.
Artikel Terkait
Pemerintah Masih Kaji Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Gejolak Minyak Dunia
Menteri Keuangan Ubah Skema Pembiayaan Koperasi Desa, APBN Kini Tanggung Utang
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026