Pemegang Saham Utama Panca Global Kapital Kembali Divestasi 4,45% Saham

- Jumat, 20 Februari 2026 | 21:55 WIB
Pemegang Saham Utama Panca Global Kapital Kembali Divestasi 4,45% Saham

MURIANETWORK.COM - PT Mandiri Terang Harapan, salah satu pemegang saham utama PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), kembali melakukan aksi pelepasan saham secara signifikan. Pada 13 Februari 2026, perusahaan melepas 125 juta saham atau setara 4,45% kepemilikan di harga Rp160 per lembar, jauh di bawah harga pasar saat itu. Transaksi ini merupakan bagian dari rangkaian divestasi yang dilakukan dalam beberapa pekan terakhir.

Rincian Transaksi Terbaru

Transaksi pelepasan saham yang terjadi pada pertengahan Februari tersebut bernilai sekitar Rp20 miliar. Yang menarik, harga transaksi yang dipilih berada jauh di bawah level harga saham PEGE di pasar reguler, yang saat itu tercatat di posisi Rp216 per saham. Perbedaan harga yang cukup lebar ini kerap menarik perhatian analis pasar, karena dapat mengindikasikan berbagai strategi atau pertimbangan likuiditas dari pihak penjual.

Dalam keterbukaan informasi resmi yang dirilis perusahaan, manajemen PEGE menjelaskan motivasi di balik aksi korporasi ini.

“Tujuan dari transaksi adalah untuk divestasi dengan kepemilikan saham secara langsung,” jelas manajemen.

Penyusutan Kepemilikan Bertahap

Dampak langsung dari aksi jual ini adalah penyusutan porsi kepemilikan Mandiri Terang Harapan di perusahaan sekuritas tersebut. Posisinya kini tinggal 256,8 juta saham atau setara 9,06% dari total saham beredar. Angka ini turun cukup drastis dari posisi sebelumnya, yakni 381,8 juta saham atau 13,48%.

Perlu dicatat, langkah ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, pada akhir Januari dan awal Februari 2026, entitas yang sama telah melakukan dua kali pelepasan saham. Ratusan juta saham dilepas dalam dua tahap tersebut, dengan harga yang juga bervariasi, menunjukkan sebuah pola divestasi yang berkelanjutan.

Dampak dan Sentimen Pasar

Rangkaian berita divestasi ini turut memengaruhi pergerakan saham PEGE di pasar. Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, saham emiten tercatat melemah, melanjutkan tren pekanan yang negatif. Tekanan jual dari aksi korporasi pemegang saham besar seperti ini seringkali menjadi bahan pertimbangan investor retail dalam mengambil keputusan trading jangka pendek, meski motivasi di baliknya bisa bersifat strategis dan tidak selalu mencerminkan kinerja fundamental perusahaan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar