MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, dengan sentimen positif. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu dibuka menguat 0,32 persen ke level 8.300,22, sebelum melanjutkan reli ke zona 8.326. Penguatan ini terjadi di tengah dominasi saham-saham yang bergerak naik, dengan transaksi awal yang cukup aktif menembus Rp1,6 triliun.
Performa Indeks dan Sektor Pendukung
Setelah pembukaan, momentum penguatan IHSG justru semakin bertambah. Hingga pemantauan perdagangan pagi, indeks tercatat telah naik 0,63 persen, menunjukkan kepercayaan investor yang cukup solid jelang akhir pekan. Penguatan ini tidak hanya terjadi pada IHSG, tetapi juga merata di berbagai indeks acuan lainnya.
Indeks LQ45 dan IDX30, yang kerap menjadi barometer saham-saham likuid dan unggulan, masing-masing naik 0,66 persen dan 0,76 persen. Indeks sektoral yang menjadi penopang utama penguatan hari ini antara lain energi, keuangan, serta industri. Di sisi lain, sektor seperti properti dan kesehatan masih terlihat berjuang untuk keluar dari tekanan jual.
Dinamika Perdagangan dan Pergerakan Saham
Peta perdagangan pagi ini menunjukkan lebih banyak saham yang berhasil mencetak keuntungan. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, 315 emiten berada di zona hijau, sementara 204 lainnya tercatat melemah. Volume perdagangan yang mencapai 2,8 miliar saham mengindikasikan aktivitas yang cukup dinamis di awal sesi.
Beberapa saham bahkan mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. PT Danareksa Investment Management Tbk (XDIF), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) tercatat sebagai penguat utama atau top gainers pada sesi pagi ini.
Sebaliknya, tekanan jual masih membebani sejumlah emiten. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Tbk (XBLQ), dan PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIFE) berada di posisi terdepan daftar top losers.
Analis pasar modal menilai penguatan IHSG pagi ini masih dalam koridor pemulihan teknis setelah beberapa hari sebelumnya bergerak bervariasi. "Reli pagi ini didukung oleh aksi beli di saham-saham besar sektor keuangan dan komoditas, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan indeks," ungkap seorang pengamat yang dihubungi secara terpisah.
Meski demikian, kehati-hatian tetap terlihat mengingat indeks masih bergerak dalam range tertentu. Perhatian investor kini mulai beralih ke perkembangan faktor eksternal dan data korporasi yang akan datang untuk mencari konfirmasi arah tren jangka menengah.
Artikel Terkait
Analis Sarankan Strategi Hati-hati dan Pilih Sektor Logam di Tengah IHSG Lesu Awal Ramadan
Harga Emas Antam Naik Rp28.000, Sentuh Rp2,94 Juta per Gram
Prabowo dan Trump Tandatangani Perjanjian Dagang Bilateral di Washington
Autopedia Proyeksi Lonjakan Penjualan Mobil Bekas pada Mudik 2026