Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) akhirnya selesai digelar. Hasilnya? Ada beberapa keputusan krusial yang bakal mengubah arah perusahaan.
Yang paling mencolok, para pemegang saham memberi lampu hijau bagi TRON untuk serius menggarap dua sektor yang sedang naik daun: energi terbarukan dan transportasi hijau. Perusahaan ini berencana membangun stasiun penukaran baterai untuk kendaraan listrik umum (SPBKLU) dan juga mengoperasikan stasiun pengisian daya (SPKLU). Intinya, mereka ingin jadi pemain utama dalam infrastruktur kendaraan listrik.
Menurut Direktur Utama TRON, David Santoso, rencana ekspansi ini bukan dibuat asal-asalan.
"Semua sudah melalui penilaian independen dari Kantor Jasa Penilai Publik. Kami juga patuh pada aturan OJK soal perubahan kegiatan usaha," jelas David dalam pernyataan resminya, Rabu (19/2/2026).
Bagi David, langkah ini lebih dari sekadar perluasan bisnis. Ini adalah bagian dari visi besar TRON untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang benar-benar terintegrasi di Indonesia. Ambisinya jelas.
Di sisi lain, RUPSLB juga membahas soal struktur kepemimpinan. Ada perubahan di jajaran dewan komisaris. Noerman Taufik mengundurkan diri dari posisi Komisaris Independen, dan posisinya akan diisi oleh Thomson E. Batubara. Sementara itu, anggota direksi yang ada dikukuhkan kembali.
Dengan begitu, pimpinan TRON kini terdiri dari David Santoso sebagai Direktur Utama, didampingi Rudy Budiman, Wendy Jolanda Waas, dan Sultan Satria sebagai Direktur. Di tingkat komisaris, Mirza Whibowo Soenarto bertindak sebagai Komisaris Utama, dengan Thomson E. Batubara sebagai Komisaris Independen.
David menutup dengan nada optimis. Baginya, rapat ini adalah titik tolak.
"Hasil RUPSLB hari ini menegaskan kesiapan TRON untuk melangkah lebih jauh. Dengan unit usaha baru di bidang SPBKLU dan SPKLU, ditambah struktur kepemimpinan yang solid, kami yakin bisa memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham," pungkasnya.
Nah, tinggal tunggu aksi nyatanya saja sekarang.
Artikel Terkait
Bank Mandiri Catat Laba Rp18,6 Triliun di Triwulan IV-2025, Melampaui Proyeksi Pasar
Ramadan Bukan Alasan Boros, Ini 5 Tips Kelola Keuangan
Saham Hillcon Anjlok 14,71%, Tertekan Sejak IPO
IHSG Berakhir Merah 0,25% di Tengah Sesi Perdagangan Beragam