Rupiah Menguat Tipis di Tengah Kekhawatiran Fiskal dan Data AS yang Beragam

- Minggu, 15 Februari 2026 | 12:30 WIB
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Kekhawatiran Fiskal dan Data AS yang Beragam

Ibrahim Assuaibi menjelaskan lebih detail mengenai tekanan yang muncul dari dalam negeri. "Dari dalam negeri, tekanan fiskal Indonesia makin terasa seiring membengkaknya belanja negara dan besarnya kewajiban pembayaran utang pemerintah, di tengah penerimaan yang belum sepenuhnya pasti," ungkapnya pada Jumat (13/2/2026).

Belanja negara yang dipatok sebesar Rp3.842,7 triliun untuk tahun 2026 tersebut, menurutnya, meningkat sangat drastis sekitar Rp391,3 triliun dibandingkan dengan realisasi belanja pada tahun sebelumnya. Peningkatan anggaran yang tajam ini, jika tidak diimbangi dengan penerimaan yang solid, berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.

Proyeksi Pergerakan Rupiah ke Depan

Mempertimbangkan seluruh dinamika yang ada, baik dari luar maupun dalam negeri, diprediksi rupiah masih akan bergerak dalam koridor fluktuasi yang terbatas. Meski mendapat tekanan, daya tuntun dari otoritas dan fundamental ekonomi domestik diperkirakan akan menjaga mata uang nasional agar tidak terdepresiasi terlalu dalam.

Ibrahim Assuaibi memproyeksikan bahwa dalam sepekan ke depan, pergerakan rupiah terhadap dolar AS akan cenderung terbatas, bergerak di kisaran Rp16.770 hingga Rp16.960. Proyeksi ini mencerminkan pandangan bahwa meskipun terdapat tantangan, masih ada ruang bagi rupiah untuk tetap stabil dalam rentang tertentu, dengan pengawasan ketat terhadap perkembangan data ekonomi global dan realisasi anggaran pemerintah.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar