Saham Indospring (INDS) Melonjak 21%, Riwayat Emiten Pegas Kendaraan Kembali Diingat

- Kamis, 12 Februari 2026 | 14:35 WIB
Saham Indospring (INDS) Melonjak 21%, Riwayat Emiten Pegas Kendaraan Kembali Diingat

Nama INDS tiba-tiba mencuat di papan perdagangan Kamis siang itu. Saham PT Indospring Tbk itu melesat jadi salah satu top gainers, dengan kenaikan fantastis lebih dari 21 persen. Banyak yang langsung bertanya-tanya, sebenarnya perusahaan ini bergerak di bidang apa sih?

Jawabannya, INDS bergerak di industri suku cadang kendaraan bermotor, tepatnya produsen berbagai jenis pegas. Mereka tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten barang konsumen non-primer.

Kalau menengok ke belakang, riwayat bisnis Indospring ternyata sudah panjang. Semuanya berawal dari tahun 1958, saat Rianto Nurhadi memulai produksi pegas daun secara tradisional. Produknya kala itu didistribusikan oleh Roda Djaja.

Namun, baru dua puluh tahun kemudian, tepatnya pada 1978, PT Indospring secara resmi berdiri. Di awal perjalanannya, perusahaan mendapat bantuan teknis dari Mitsubishi Steel Manufacturing Co. Ltd. dari Jepang. Tak lama setelah itu, mereka mulai memasarkan produk leaf spring pertamanya.

Seiring waktu, bisnis mereka makin berkembang. Jenis produk pun bertambah. Selain leaf spring, INDS kini juga memproduksi coil spring dan stabilizer bar. Bahkan, mereka merambah ke engine valve spring dan parabolic spring.

Ekspansi ke pasar global dimulai pada 2002 dengan ekspor pertama ke Jepang. Kemudian, di periode 2011 hingga 2014, kapasitas produksi ditingkatkan lewat pembangunan dua pabrik baru untuk multi leaf spring dan hot coil spring.

Tak cuma produksi, perusahaan ini juga didukung fasilitas riset dan pengembangan, uji coba, serta desain yang mumpuni. Indospring sendiri merupakan bagian dari Indoprima Group, di mana mereka berada di bawah naungan Indoprima Gemilang sebagai unit bisnis baja.

Lalu, siapa yang mengendalikan saham INDS saat ini?

Berdasarkan data BEI per akhir Januari 2026, pengendali utamanya adalah Indoprima Gemilang. Mereka memegang kendali atas 5,78 miliar saham, atau setara dengan 88,11 persen dari total saham beredar.

Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah Wiranto Nurhadi, dengan kepemilikan sekitar 26,83 juta saham (0,41%). Sementara itu, publik memegang sisa sahamnya, yakni sekitar 729 juta saham atau 11,12%.

Adapun penerima manfaat akhir, atau pemilik sebenarnya dari perusahaan ini, adalah Wiranto Nurhadi dan Widjijono Nurhadi.

Perjalanan INDS di bursa saham sendiri sudah dimulai sejak 1990. Kala itu, mereka melakukan penawaran perdana (IPO) sebanyak 3 juta saham dengan harga Rp9.000 per lembar. Hasilnya? Perusahaan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp27 miliar.

Kembali ke performa hari ini, pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, saham INDS bertengger di kisaran Rp1.735 per lembar. Yang menarik, dalam sebulan terakhir, harga sahamnya telah meroket hingga 387 persen. Sebuah lonjakan yang cukup mencengangkan dan tentu menarik perhatian banyak investor.

Jadi, itulah sekelumit profil dan latar belakang PT Indospring Tbk, si emiten produsen pegas yang kinerja sahamnya sedang bersinar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar