MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Senin (9 Februari 2026). Analis memperingatkan bahwa potensi koreksi masih mengintai, mengingat indeks belum mampu menembus level psikologis tertentu. Prakiraan ini muncul setelah IHSG mencatatkan penurunan signifikan di akhir pekan lalu, meski diiringi oleh pembelian bersih asing yang cukup besar.
Analisis Teknis dan Peringatan Koreksi
Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, IHSG tercatat melemah 2,08 persen. Namun, di balik tekanan jual tersebut, catatan menarik muncul dari aktivitas investor asing yang justru melakukan pembelian bersih senilai Rp775 miliar. Saham-saham seperti BMRI, BUMI, TLKM, ANTM, dan ASII menjadi andalan dalam aksi beli mereka.
Meski ada sinyal positif dari arus modal asing, analis menekankan pentingnya kehati-hatian. Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyatakan bahwa ruang untuk penguatan IHSG hari ini terbatas.
"Tapi hati-hati sepanjang IHSG belum break di atas 8.050, masih rentan koreksi lagi," jelasnya dalam riset yang dirilis Senin ini.
Dari sisi level teknis, area support atau penahan jatuh IHSG diperkirakan berada di kisaran 7.780 hingga 7.850. Sementara itu, resistance atau level hambatan untuk naik berada di rentang 8.000 sampai 8.050.
Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini
Dalam analisisnya, Fanny Suherman juga memberikan sejumlah rekomendasi saham yang berpotensi untuk diperhatikan pada sesi perdagangan hari ini. Keenam saham tersebut adalah JPFA, HRTA, BUMI, ANTM, ARCI, dan AGII. Setiap rekomendasi dilengkapi dengan strategi entry, target harga, dan level cutloss untuk manajemen risiko.
Strategi untuk JPFA, HRTA, dan BUMI
Untuk saham JPFA, strategi yang disarankan adalah "Buy on Weakness" dengan area akumulasi di harga Rp2.460-Rp2.500. Level cutloss ditetapkan di bawah Rp2.400, sementara target harga dekat berada di rentang Rp2.540-Rp2.600.
Saham HRTA masuk dalam kategori "Spec Buy". Area beli yang disarankan adalah Rp2.200-Rp2.260 dengan cutloss di bawah Rp2.180. Target harga dekatnya berada di level Rp2.300 hingga Rp2.360.
Mirip dengan JPFA, saham BUMI juga direkomendasikan dengan strategi "Buy on Weakness". Investor dapat mempertimbangkan akumulasi di area Rp216-Rp222. Cutloss diletakkan di bawah Rp210, sedangkan target kenaikan dekat diharapkan mencapai Rp232-Rp240.
Peluang pada ANTM, ARCI, dan AGII
Rekomendasi untuk saham ANTM adalah "Buy on Weakness" di area Rp3.620-Rp3.680. Level cutloss berada di bawah Rp3.600, dengan target harga mendekati Rp3.800-Rp3.850.
Saham ARCI memiliki strategi yang sedikit berbeda, yaitu "Buy if Break" di atas level Rp1.615. Jika berhasil menembus level tersebut, target dekatnya adalah Rp1.640-Rp1.665. Cutloss dianjurkan di bawah Rp1.585.
Terakhir, saham AGII termasuk dalam kategori "Spec Buy". Area beli yang dapat dipertimbangkan adalah Rp2.120-Rp2.170. Untuk membatasi kerugian, cutloss dapat diletakkan di bawah Rp2.050, dengan target harga dekat di kisaran Rp2.210 hingga Rp2.300.
Seluruh rekomendasi ini mencerminkan analisis teknis yang mendalam, meski investor selalu diimbau untuk melakukan kajian mandiri dan memperhatikan kondisi pasar yang dinamis sebelum mengambil keputusan investasi.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sentuh Rp2,94 Juta per Gram
IHSG Menguat 0,44% di Awal Pekan, Didorong Sektor Bahan Baku dan Energi
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Koreksi, Pantau Level Support 7.712
PT RISE Distribusikan Saham Bonus Rp525 Miliar dengan Rasio 25:12