Teknologi dan AI Tekan Pasar Saham AS, Investor Beralih ke Valuasi Rendah

- Kamis, 05 Februari 2026 | 06:40 WIB
Teknologi dan AI Tekan Pasar Saham AS, Investor Beralih ke Valuasi Rendah

MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat mencatatkan penutupan yang beragam pada Rabu (4 Februari 2026), dengan tekanan signifikan pada sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang menarik perhatian utama. Indeks Nasdaq dan S&P 500 terkoreksi, didorong oleh realisasi keuntungan dan kekhawatiran investor terhadap valuasi yang dinilai telah tinggi, meski indeks Dow Jones masih mampu bertahan di zona hijau.

Tekanan pada Sektor Teknologi dan AI

Perdagangan hari Rabu diwarnai oleh aksi jual yang cukup masif terhadap saham-saham unggulan di bidang teknologi. Alphabet, induk perusahaan Google, mengalami penurunan harga saham menjelang pengumuman laporan kuartalannya. Laporan tersebut dinanti pasar untuk mengukur sejauh mana investasi besar-besaran perusahaan di bidang AI telah membuahkan hasil dalam pertumbuhan pendapatan.

Sementara itu, saham Advanced Micro Devices (AMD) mengalami penurunan yang lebih dalam. Tekanan ini muncul setelah perusahaan merilis proyeksi pendapatan kuartalan yang dinilai kurang memuaskan oleh para investor. Proyeksi tersebut juga mengisyaratkan tantangan berat yang dihadapi AMD dalam bersaing dengan dominasi Nvidia di pasar chip AI. Imbasnya, saham Nvidia sendiri ikut terseret pelemahan, dan indeks sektor semikonduktor PHLX menutup perdagangan dengan penurunan yang cukup tajam.

Volatilitas dan Pergeseran Aliran Dana

Volatilitas juga terlihat pada saham Palantir Technologies. Saham perusahaan analitik data ini merosot, membalikkan seluruh kenaikan spektakulernya di sesi sebelumnya yang dipicu oleh penjualan kuartalan yang kuat. Gejolak ini mencerminkan suasana hati pasar yang sedang berusaha mencari keseimbangan baru dalam menilai prospek industri AI.

Manajer portofolio di Argent Capital, Jed Ellerbroek, memberikan analisisnya mengenai kondisi ini. Ia mengungkapkan, "Skala pembangunan infrastruktur ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan kecepatan adopsi alat AI oleh konsumen maupun bisnis juga belum pernah terjadi sebelumnya. Pasar saham sangat kesulitan menentukan harga saham yang tepat dan seperti apa masa depan nantinya. Pasar tiba-tiba menjadi skeptis dan khawatir."

Merespons ketidakpastian tersebut, tampak pergeseran aliran dana menuju saham-saham dengan valuasi yang dianggap lebih terjangkau. Investor mulai mencari peluang di perusahaan-perusahaan yang sebelumnya tertinggal dalam reli pasar selama beberapa tahun terakhir, menunjukkan dinamika rotasi sektor yang sedang berlangsung.

Penopang Pasar dan Data Ekonomi

Di tengah tekanan luas, pelemahan pada indeks S&P 500 masih terbendung berkat kinerja positif dari saham Eli Lilly. Saham perusahaan farmasi itu melonjak setelah memproyeksikan laba untuk tahun 2026 yang melampaui perkiraan analis Wall Street, memberikan sentimen positif tersendiri.

Di sisi lain, pasar juga memantau perkembangan data ketenagakerjaan. Laporan resmi pemerintah AS untuk bulan Januari sempat tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan. Namun, laporan dari ADP yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS pada Januari berada di bawah ekspektasi. Data tersebut mengungkapkan adanya kehilangan lapangan kerja di sektor-sektor kunci seperti jasa profesional, bisnis, dan manufaktur, yang turut mempengaruhi perhitungan investor.

Komentar