Menurutnya, aset-aset inilah yang nantinya diharapkan menjadi sumber pendapatan utama dengan margin menggiurkan. Namun begitu, jalan menuju kesana masih perlu dilalui setahap demi setahap. Saat ini, perusahaan masih fokus pada penguatan struktur modal, penilaian aset, dan kajian pajak bersama pihak independen.
Di sisi lain, ambisi ekspansi sudah jelas terlihat. PIPA tak hanya ingin berkutat di pengolahan. Mereka juga mengincar bisnis penunjang migas seperti transportasi, penyimpanan, dan distribusi. Bahkan, akuisisi perusahaan afiliasi di sektor perdagangan migas pun masuk dalam radar.
Intinya, semua langkah ini bertujuan menciptakan pendapatan yang berkelanjutan dan memperbaiki margin. PIPA ingin punya posisi kuat dalam rantai pasok energi nasional. Yang penting, seluruh proses transisi ini diklaim tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dan transparansi, sesuai aturan OJK.
Jadi, inilah babak baru PIPA. Dari pabrik pipa PVC, kini mereka menatap ladang minyak dan gas. Waktulah yang akan membuktikan apakah langkah strategis ini mampu memberi nilai tambah yang dijanjikan kepada para pemegang saham.
Artikel Terkait
Kisah Evolusi Kucing: Dari Pemburu Liar ke Pendamping Setia Manusia
OJK Beri Tenggat 2029, Emiten Wajib Genjot Free Float ke 15 Persen
Guncang Pasar, Kuota Batu Bara 2026 Dipangkas Hingga 70 Persen
Pakaian Bekas Ilegal Disita Rp 248 M, Pemerintah Genjarkan Razia di Pelabuhan