Menurutnya, aset-aset inilah yang nantinya diharapkan menjadi sumber pendapatan utama dengan margin menggiurkan. Namun begitu, jalan menuju kesana masih perlu dilalui setahap demi setahap. Saat ini, perusahaan masih fokus pada penguatan struktur modal, penilaian aset, dan kajian pajak bersama pihak independen.
Di sisi lain, ambisi ekspansi sudah jelas terlihat. PIPA tak hanya ingin berkutat di pengolahan. Mereka juga mengincar bisnis penunjang migas seperti transportasi, penyimpanan, dan distribusi. Bahkan, akuisisi perusahaan afiliasi di sektor perdagangan migas pun masuk dalam radar.
Intinya, semua langkah ini bertujuan menciptakan pendapatan yang berkelanjutan dan memperbaiki margin. PIPA ingin punya posisi kuat dalam rantai pasok energi nasional. Yang penting, seluruh proses transisi ini diklaim tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dan transparansi, sesuai aturan OJK.
Jadi, inilah babak baru PIPA. Dari pabrik pipa PVC, kini mereka menatap ladang minyak dan gas. Waktulah yang akan membuktikan apakah langkah strategis ini mampu memberi nilai tambah yang dijanjikan kepada para pemegang saham.
Artikel Terkait
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis