“Ada penambahan cukup banyak. 30 Pabrik baru baik kecil dan menengah,” terangnya.
Dia memperkirakan hal itu efek dari tengah naik daunnya sigaret kretek tangan (SKT) tersebut.
Munculnya pabrik baru itu dikatakannya tak hanya ada di Kudus saja namun juga di Jepara serta Pati.
“Ini menunjukkan trend kenaikan SKT itu tak saja membuat pabrik mengembangkan usahanya namun juga kian bertumbuhnya pabrik-pabrik baru,” ujarnya.
Dia pun berharap hal tersebut nantinya bisa memberi dampak positif pertumbuhan industri kretek di Kudus.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: muria.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi
BEI Bekukan Perdagangan Wanteg Sekuritas Terkait Kondisi Operasional
Setelah Mediasi DPR, Mie Sedaap Gresik Janji Hentikan PHK Massal Jelang Ramadan
Analis Sucor: Saham Unggulan Tertekan Jauh di Bawah Nilai Wajar