“Ada penambahan cukup banyak. 30 Pabrik baru baik kecil dan menengah,” terangnya.
Dia memperkirakan hal itu efek dari tengah naik daunnya sigaret kretek tangan (SKT) tersebut.
Munculnya pabrik baru itu dikatakannya tak hanya ada di Kudus saja namun juga di Jepara serta Pati.
“Ini menunjukkan trend kenaikan SKT itu tak saja membuat pabrik mengembangkan usahanya namun juga kian bertumbuhnya pabrik-pabrik baru,” ujarnya.
Dia pun berharap hal tersebut nantinya bisa memberi dampak positif pertumbuhan industri kretek di Kudus.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: muria.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Cadangan LPG Nasional Kembali Normal Setelah Sempat Kritis
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham