Meski terkesan berbelit, Prabowo mengapresiasi upaya Badan Pusat Statistik (BPS) mencari istilah-istilah itu. "Saya mengerti, saudara-saudara tidak mau turunkan moral bangsa Indonesia," ucapnya.
Target besarnya jelas. Dalam sebuah kesempatan lain di Banjarbaru, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Kelompok yang masuk dalam desil 1 dan 2, lapisan terendah, ditargetkan terbebas paling lambat pada 2029.
"Cita-cita saya di akhir masa jabatan, tahun 2029, mereka yang berada di kemiskinan ekstrem bisa kita ubah nasibnya," tuturnya penuh keyakinan. "Saya percaya itu bisa terjadi."
Optimisme itu tak berhenti di situ. Prabowo juga meyakini Indonesia punya modal untuk bangkit. Menurutnya, rekam jejak prestasi yang ada bisa menjadi pijakan menuju negara maju dan sejahtera.
"Indonesia berprestasi, Indonesia bisa berprestasi, Indonesia akan berprestasi," serunya. Itulah harapan yang ia gantungkan, sembari mengajak semua pihak untuk tak menyerah pada kesulitan.
Artikel Terkait
IHSG Terjun Bebas 5,32% Dihantam Isu Transparansi MSCI
AS Puncaki Surplus Dagang Indonesia, Sentuh Angka Rp 18,1 Miliar
GPSO Pacu Ekspansi Besar: Rp700 Miliar Digelontorkan untuk Akuisisi dan Konsolidasi
Bitcoin Tersungkur ke Level Terendah Setahun, Pasar Kripto Diguncang Pergantian Fed