Intinya, Agincourt berjanji akan patuh pada semua regulasi. Kepastian berusaha dan kelangsungan operasi harus dijamin, sejalan dengan hak dan kewajiban yang diatur undang-undang.
Lantas, bagaimana ceritanya sampai Perminas muncul dalam skenario ini?
Sebelumnya, Dony Oskaria selaku COO Danantara Indonesia sudah memberi sinyal. Pembentukan Perminas, katanya, bertujuan menempatkan pengelolaan bisnis mineral strategis langsung di bawah kendali Danantara. Pemerintah punya maksud tertentu dengan skema ini.
“Ke Perminas. Jadi ada Perusahaan Mineral Nasional yang baru kami bentuk,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (28/1).
Dia melanjutkan penjelasannya. Karakter Perminas ini berbeda dengan holding pertambangan MIND ID yang sudah lebih dulu ada. Pengalihan Martabe ke Perminas dilakukan agar entitas bisnis tersebut berada langsung di bawah Danantara. Itu semua sesuai arah kebijakan yang dikehendaki pemerintah. Intinya, mereka ingin seluruh bisnis negara berada dalam satu ekosistem pengelolaan investasi yang terpadu.
Artikel Terkait
Trump Siapkan Kevin Warsh untuk Pimpin The Fed, Sinyal Perubahan Kebijakan Makin Kuat
IHSG Pacu Kenaikan 97 Poin, Saham Tekstil Jadi Primadona di Akhir Pekan
Pasca Trading Halt, Direktur Utama BEI Iman Rahman Mengundurkan Diri
Puluhan Emiten BEI Terancam Delisting Gara-gara Aturan Free Float