Di sisi lain, pemerintah terus mendorong reformasi dan transparansi sebagai kunci jawaban atas evaluasi lembaga pemeringkat global. Pendekatan ini, kata Airlangga, sejalan dengan langkah OJK.
Soal wacana menaikkan free float saham jadi 15 persen, ia menilai langkah saat ini sudah cukup. Tapi ada catatan penting: peningkatan itu harus diiringi keterbukaan informasi yang jelas.
tegasnya.
Isu saham gorengan juga jadi perhatian. Airlangga berpendapat, aturan free float yang transparan bisa membantu memitigasi praktik spekulatif semacam itu.
ungkapnya.
Di akhir perdagangan, IHSG masih tertahan di zona merah dengan penurunan 1,06 persen ke level 8.232,2. Tapi ada secercah cahaya: indeks LQ45 justru naik tipis 0,06 persen ke 813,01. Ini menunjukkan ada selektivitas dari investor di tengah volatilitas yang terjadi.
Rincian perdagangan hari itu mencatat 214 saham menguat, sementara 521 lainnya melemah. Sebanyak 73 saham stagnan. Transaksi berlangsung 4,9 juta kali dengan volume perdagangan mencapai 98,2 miliar saham. Nilainya? Rp 67,55 triliun. Angka yang tak kecil, menggambarkan betapa sibuknya hari itu di bursa.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Kredit Rp4 Triliun ke Dua Anak Usaha Golden Energy Mines
GEMA Gelar Buyback Saham Senilai Rp2 Miliar hingga 2026
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Belum Dipangkas Pemerintah
IHSG Anjlok 1,61%, Sentimen Jual Dominasi Pasar