Rupiah masih saja terpuruk. Pada perdagangan Rabu (21/1) siang, tepatnya pukul 11.32 WIB, mata uang kita tercatat melemah lagi 11 poin ke posisi Rp 16.965 per dolar AS. Data Bloomberg itu menunjukkan penurunan tipis 0,06 persen, tapi tekanan di pasar terasa nyata.
Tekanan itu bukan cuma angka di layar. Coba lihat kurs jual di beberapa bank besar nasional, sudah ada yang menembus level psikologis Rp 17.000. Khususnya untuk transaksi TT Counter, posisi rupiah memang lagi berat.
Nah, TT Counter ini kurs yang dipakai bank buat transaksi valas non-tunai lewat teller. Sistemnya untuk pengiriman atau penerimaan dana valas via transfer bank seperti bayar impor atau terima remitansi. Intinya, transaksinya cuma pemindahbukuan, tanpa ada uang dolar fisik yang berpindah tangan.
Di Bank Mandiri, misalnya, kurs jual untuk TT Counter sudah berada di Rp 17.070 per dolar AS. Sementara kurs belinya Rp 16.770.
Kondisi serupa terpantau di bank pelat merah lainnya. Bank Rakyat Indonesia (BRI) memasang kurs jual di Rp 17.065, dengan kurs beli Rp 16.865. Angka-angka ini jelas mencerminkan tekanan pelemahan yang lebih luas.
Tak ketinggalan, BNI juga menunjukkan tren yang sama. Bank tersebut mencatatkan kurs beli dolar AS di Rp 16.815 dan kurs jualnya bahkan lebih tinggi, yaitu Rp 17.105.
Purbaya Bertemu Gubernur BI di Istana, Pastikan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Di tengah pelemahan ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Pertemuan digelar di Wisma Negara, Jakarta, Rabu (21/1) ini, dan difasilitasi oleh Menkretneg Prasetyo Hadi. Hadir juga perwakilan dari DPR.
Purbaya bilang, diskusi mereka mencakup berbagai isu ekonomi yang jadi tanggung jawab masing-masing lembaga. Ia menegaskan fokus pemerintah adalah membenahi sisi fiskal dan perekonomian.
“Bahas macam-macam, biasa diskusi. Tadi kan ada Gubernur BI kan kita lakukan sinkronisasi kebijakan, saya akan membenahi fiskal dan perekonomian, Pak Gubernur BI akan memastikan mengambil langkah yang perlu untuk menjaga nilai tukar,”
Demikian penjelasan Purbaya kepada awak media usai pertemuan.
Lalu, apa Kemenkeu akan ambil langkah khusus untuk bantu tahan pelemahan? Purbaya dengan tegas menyatakan, peran utama menjaga stabilitas nilai tukar ada di pundak bank sentral. Tugasnya sudah jelas.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Analis Soroti Empat Saham Potensial
Menteri Keuangan Tolak Pinjaman IMF-Bank Dunia USD 30 Miliar, Andalkan Cadangan Negara
Petrosea Lepas Saham Kemilau Mulia Sakti Rp1,73 Triliun demi Fokus Bisnis Inti
Dharma Polimetal Bagikan Dividen Rp329,41 Miliar dari 50% Laba Bersih 2025