Nasib serupa dialami JPMorgan. Meski laba kuartalannya ternyata melampaui perkiraan, sahamnya tetap ikut anjlok. Rupanya, pasar kurang menyukai catatan penurunan pendapatan dari divisi perbankan investasi mereka.
Tekanan juga terasa di bank-bank besar lain yang akan segera merilis laporan keuangan. Meski analis masih memperkirakan kinerja kuartal terakhir 2023 relatif solid, suasana hati pasar jelas sedang tidak baik.
Di luar sektor keuangan, ada juga saham yang tertekan karena faktor internal. Delta Air Lines, contohnya, melemah setelah proyeksi laba jangka panjangnya dinilai kurang menggembirakan oleh analis.
Namun, beberapa pengamat melihat sisi lain dari koreksi ini. Oliver Pursche, Wakil Presiden Senior di Wealthspire Advisors, berpendapat bahwa penurunan ini lebih mencerminkan aksi ambil untung belaka. Reli panjang yang mendorong indeks ke rekor tertinggi memang wajar jika diselingi jeda.
Ia justru optimis dengan musim laporan keuangan kuartal IV yang masih berlangsung. “Saya menduga akan ada beberapa revisi ke atas,” katanya, menilai masih ada potensi kejutan positif yang bisa mengembalikan semangat pasar.
Artikel Terkait
IHSG Melaju ke 9.012, Rupiah Justru Tergelincir Tipis
Gejolak Iran dan Serangan di Laut Hitam Pacu Harga Minyak Melonjak
Minyak Mentah Melonjak 2,5%, Timah Jadi Bintang di Tengah Pelemahan Komoditas
Emas Ambil Napas Sejenak, Sentimen Hawkish The Fed dan Gejolak Global Jadi Penopang