Dengan kepemilikan yang tersebar seperti itu, wajar jika langkah Djoni terus diawasi. Banyak yang mencoba menebak-nebak strategi jangka menengah seperti apa yang sedang dia bangun.
Reaksi pasar pun langsung terasa. Kabar masuknya Djoni ini mendorong saham FOLK melonjak 12,57 persen ke level Rp985. Cukup fantastis, dalam sebulan terakhir saja, saham ini sudah naik lebih dari dua kali lipat.
Multi Garam Utama sendiri, kalau menengok ke belakang, didirikan pada April 2019. Perusahaan ini bergerak di bidang ekonomi kreatif dengan fokus membangun media, merek, dan kekayaan intelektual. Target pasarnya jelas: generasi milenial dan Gen-Z.
Mereka punya slogan “Cultivating the Next Gen”. Operasional bisnisnya dijalankan melalui tiga merek ritel, yaitu Amazara, Dr. Soap, dan Syca, yang mengusung model Direct to Customer. Ketiganya diklaim telah melayani ratusan ribu pelanggan.
Tak hanya itu, perseroan mengelola lebih dari 35 kekayaan intelektual. Jangkauan ekosistemnya disebut menyentuh lebih dari 100 juta orang, terutama di kalangan usia produktif 18-45 tahun di area urban.
Semua mata kini tertuju pada Djoni. Apa lagi langkah berikutnya? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Antam Luncurkan Emas Imlek Shio Kuda 2026, Terbatas dan Penuh Filosofi
Telkom Pacu Valuasi, Lepas 30% Saham InfraNexia untuk Cari Singtel Baru
Telkom Gelar Operasi Besar, 60 Anak Perusahaan Bakal Dirombak
53 UMKM Jakarta Barat Bersiap Serbu Ritel Modern Lewat Program Level-Up