IHSG Menguat Tipis, Saham MSKY dan APLN Melonjak di Tengah Aksi Jual Sektor Infrastruktur

- Senin, 12 Januari 2026 | 12:30 WIB
IHSG Menguat Tipis, Saham MSKY dan APLN Melonjak di Tengah Aksi Jual Sektor Infrastruktur

Pasar saham pagi ini ditutup dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 11,21 poin, atau sekitar 0,13 persen, hingga ke level 8.947,96 pada sesi pertama perdagangan Senin siang.

Suasana perdagangan terbilang cukup dinamis. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, 373 di antaranya berhasil naik. Namun begitu, tak semua bisa ikut merayakan; 329 saham justru melemah, sementara 256 lainnya cenderung datar tanpa perubahan harga yang berarti.

Kalau dilihat dari aktivitasnya, pasar cukup sibuk hari ini. Volume perdagangan mencapai 32,66 miliar saham dengan nilai transaksi yang terkumpul tak main-main: Rp18,65 triliun. Frekuensi perdagangan terjadi lebih dari 2,5 juta kali, dengan total kapitalisasi pasar bertengger di angka Rp16.259 triliun.

Di sisi lain, performa sektoral tampak beragam. Mayoritas indeks memang masih hijau, tapi beberapa sektor justru terperosok ke zona merah. Sektor infrastruktur jadi yang terpuruk dengan penurunan 1,06 persen, diikuti keuangan yang turun 0,50 persen dan teknologi yang melemah 0,41 persen. Sektor konsumer nonsiklikal dan kesehatan juga ikut terkoreksi, meski tipis-tipis saja.

Nah, yang menarik perhatian tentu saja saham-saham yang melesat tajam. Puncak gainers diduduki oleh MSKY (MNC Sky Vision) yang melonjak hampir 28 persen ke level Rp110. Di belakangnya, ada APLN (Agung Podomoro Land) yang naik 27,27 persen ke Rp182, dan SOHO (Soho Global Health) yang meroket 24,85 persen ke Rp2.060 per saham.

Tapi, di balik sorak-sorai para penguat, ada juga saham yang terkapar. BBSS (Bumi Benowo Sukses Sejahtera) tercatat sebagai loser utama dengan penurunan 14,40 persen ke Rp535. NRCA (Nusa Raya Cipta) dan HILL (Hillcon) juga ikut tertekan, masing-masing anjlok lebih dari 10 persen di sesi pagi ini.

Begitulah kira-kira gambaran bursa di tengah hari ini. Perdagangan sesi II nanti tentu masih menyimpan kejutan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar