Berbanding terbalik dengan teknologi, peta perdagangan di sektor pertahanan benar-benar merah menyala. Usulan anggaran militer jumbo Trump langsung disambut antusias pelaku pasar. Lockheed Martin melesat 4,3 persen, Northrop Grumman naik, dan yang paling dramatis, Kratos Defense melonjak hingga 13,8 persen. Lonjakan ini menarik, mengingat sehari sebelumnya saham-saham ini sempat tertekan karena ancaman kebijakan Trump terkait dividen.
Di luar hiruk-pikuk sektoral, data ekonomi yang dirilis cukup moderat. Klaim pengangguran AS naik, mencerminkan pasar tenaga kerja yang belum sepenuhnya bergairah. Nah, kini pasar menanti data nonfarm payrolls untuk gambaran yang lebih jelas.
Lembaga pemeringkat Fitch sedikit mengoreksi proyeksi optimisnya. Mereka memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS 2,1 persen untuk 2025 dan 2,0 persen di 2026, setelah menimbang data-data yang tertunda.
Perdagangan hari itu juga diwarnai koreksi tajam di saham produsen chip memori berbasis AI. SanDisk, Western Digital, dan Seagate semuanya jatuh, setelah sebelumnya mengalami reli yang kuat. Sepertinya profit taking terjadi di sana.
Di sektor lain, Ford mendapat angin segar. Sahamnya melonjak 4,7 persen setelah analis Piper Sandler meningkatkan rekomendasinya menjadi “overweight”.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan terbilang ramai. Volume transaksi mencapai 16,9 miliar saham angka yang di atas rata-rata 20 hari. Dan meski indeks mayoritas datar, lebih banyak saham yang menguat daripada yang melemah di papan S&P 500. Rasio nya sekitar 2,4 banding 1. Jadi, di balik pergerakan indeks yang tampak datar, sebenarnya ada semacam optimisme tersebar di lantai bursa.
Artikel Terkait
Pizza Hut Indonesia Dirikan Anak Usaha Baru untuk Bisnis Roti dan Akomodasi
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi
BEI Bekukan Perdagangan Wanteg Sekuritas Terkait Kondisi Operasional