Menteri Amran Bongkar Aksi Bandel Pupuk hingga Minyak Goreng: 2.300 Izin Dicabut

- Rabu, 07 Januari 2026 | 18:00 WIB
Menteri Amran Bongkar Aksi Bandel Pupuk hingga Minyak Goreng: 2.300 Izin Dicabut

Di tengah acara Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1), Menteri Pertanian Amran Sulaiman bicara blak-blakan. Ia tak main-main soal harga pupuk. Tindakannya tegas: mencabut izin distributor yang bandel. "Sudah 2.300 izin kami cabut," ujarnya. Alasannya satu, mereka nekat menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Begitu naik harga dari HET, main-main kita langsung cabut izinnya," kata Amran.

Dan pada hari itu juga, hanya ditombol, langsung kita cabut izinnya.

Efeknya? Ternyata signifikan. Sejak Oktober 2025 lalu, harga pupuk di pasaran turun cukup drastis, sampai 20 persen. Ambil contoh pupuk urea. Harganya turun dari Rp 2.250 per kilogram menjadi Rp 1.800. Kalau per sak, ya dari Rp 112.500 jadi Rp 90.000. Sementara itu, pupuk NPK ikut merosot dari Rp 2.300 ke Rp 1.840 per kilogram, atau Rp 115.000 ke Rp 92.000 per sak.

Namun begitu, langkah keras itu sempat bikin Amran dibilang 'kejam'. Ia mengakui hal itu. Tapi tampaknya, ia tak peduli. Yang penting aturan ditegakkan.

Soal penegakan hukum, ternyata tak cuma di sektor pupuk. Amran menyoroti juga kejahatan pangan secara luas. Menurut data Satgas Pangan Polri periode 2024-2025, ada 92 kasus yang terungkap. Yang mengejutkan, oknum dari dalam Kementerian Pertanian sendiri ikut kena razia.

"Dari dalam Kementan ada 192 pejabat kementerian kami copot," jelas Amran, sambil menyebut peran Jaksa Agung. "Ada yang kami pecat, ada yang masuk penjara."

"Jaksa Agung, terima kasih. Tahu Pak, aku jual namanya Bapak (Jaksa Agung) sering di lapangan. Jadi aku minta maaf hari ini bahwa ini perintah Jaksa harus ditangkap. Sekarang tersangka 76 dan yang kami copot dari kementerian, luar dan dalam."

Cerita lain ia sampaikan soal minyak goreng, tepat sebelum periode Nataru 2025/2026. Saat inspeksi mendadak bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso, mereka menemukan praktek curang: kemasan satu liter isinya cuma 750 cc. Langsung ditindak.

"Kita tangkap minyak goreng yang hanya satu liter, tapi isinya hanya 750. Jadi dipotong 250 cc. Ini tidak benar," tegasnya.

Ancaman cabut izin kembali digaungkan saat harga mulai merangkak naik. Dan rupanya, cara itu cukup ampuh. Amran tampak puas dengan hasil kerja timnya selama ini.

"Alhamdulillah, Nataru baru-baru ini tidak kedengaran ada guncangan harga dan itu karena kerja tim ini, tim ini sangat bagus," tambahnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar