“Dr. Ir. Hj. Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian dianugerahi tanda kehormatan Bintang Jasa Utama,”
Setelah pengumuman resmi itu, Prabowo maju. Dengan tangannya sendiri, ia menyematkan bintang kehormatan tersebut di dada Amran. Sorak-sorai dan tepuk tangan pun menggema. Momen itu terasa sangat personal, jauh dari sekadar seremoni protokoler biasa.
Namun begitu, pemberian penghargaan tidak berhenti di situ. Ternyata, Amran bukan satu-satunya yang dapat perhatian khusus dari Presiden.
Selain sang menteri, Prabowo juga memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah nama lain. Daftarnya panjang: mulai dari kepala daerah, perwira TNI dan Polri, jaksa, sampai ke para petani dan penyuluh pertanian di lapangan. Intinya, semua pihak yang dianggap berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan ini tak luput dari perhatian.
Acara yang awalnya digadang-gadang sebagai pengumuman pencapaian nasional, akhirnya berubah menjadi ajang apresiasi massal. Keputusan Presiden bernomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 itu bukan hanya sekadar kertas. Ia diwujudkan langsung di tengah sawah dan di hadapan para pelaku utama sektor pangan.
Selepas penyematan, suasana kembali cair. Prabowo dan Amran berjabat erat. Swasembada pangan, yang jadi target banyak pemerintahan, akhirnya dirayakan dengan cara yang mungkin tak terduga: dengan pemberian bintang kehormatan di sebuah kabupaten, jauh dari keramaian ibu kota.
Artikel Terkait
IHSG Sentuh Zona Hijau di Penutupan Akhir Pekan
Di Balik Saham TRIN yang Melonjak 1.261%, Siapa Pengendali Sebenarnya?
Rahayu Saraswati Resmi Kuasai 5% Saham Trinland, Transaksi Rp45,5 Miliar di Bawah Harga Pasar
MNC Energy Klaim Operasional Tambangnya Kebal Aturan Daerah Berkat Jalan Khusus