Sariwangi Lepas dari Unilever, Dibeli Rp 1,5 Triliun

- Rabu, 07 Januari 2026 | 10:30 WIB
Sariwangi Lepas dari Unilever, Dibeli Rp 1,5 Triliun

Unilever Indonesia resmi melepas bisnis tehnya. Merek legendaris Sariwangi, yang sudah puluhan tahun menghiasi rak dapur keluarga Indonesia, akan berpindah tangan ke PT Savoria Kreasi Rasa. Nilai transaksinya? Cukup fantastis: Rp 1,5 triliun.

Kesepakatan ini diteken lewat Perjanjian Pengalihan Bisnis pada 6 Januari 2026 lalu. Menurut keterangan perusahaan, pembelinya, Savoria Kreasi Rasa, adalah pihak independen yang tak punya hubungan afiliasi dengan Unilever.

Corporate Secretary Unilever, Padwestiana Kristanti, menjelaskan timeline-nya. "Penyelesaian transaksi direncanakan akan dilakukan pada 2 Maret 2026," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Rabu (7/1/2026).

Namun begitu, tanggal itu masih bisa berubah asalkan disepakati bersama secara tertulis.

Lepasnya Sariwangi, kata Padwestiana, tidak akan mengguncang operasional perusahaan. Justru sebaliknya. Langkah ini disebut sebagai cara untuk merealisasikan nilai investasi di bisnis teh. Dana hasil penjualan nantinya akan dikembalikan ke pemegang saham dalam waktu relatif singkat.

Di sisi lain, perusahaan bisa lebih fokus menggarap segmen inti lain yang dinilai punya prospek pertumbuhan lebih menjanjikan untuk jangka panjang.

Pendapat serupa datang dari pucuk pimpinan. Presiden Direktur Unilever Indonesia meyakini keputusan ini bagus untuk semua pihak. Menurutnya, transaksi justru akan memberi ruang bagi Sariwangi untuk berkembang lebih kuat lagi.

"Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham," jelasnya.

Ini memang akhir dari sebuah babak panjang. Unilever membeli Sariwangi jauh di tahun 1989, dan berhasil mengubah kebiasaan minum teh masyarakat dengan memperkenalkan konsep teh celup. Kini, setelah lebih dari tiga dekade, tongkat estafet brand ikonis itu akan diteruskan ke pemain lokal.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar