Harga Bensin AS Diprediksi Turun, Sentuh Level Terendah Sejak 2020

- Selasa, 06 Januari 2026 | 10:48 WIB
Harga Bensin AS Diprediksi Turun, Sentuh Level Terendah Sejak 2020

Ada secercah kabar baik buat pengendara di Amerika Serikat. Di tengah harga-harga lain yang masih menggigit, bensin atau yang mereka sebut 'gas' ternyata diprediksi bakal lebih murah tahun ini. Ini jadi salah satu penawar duka di tengah mahalnya kebutuhan pokok.

Platform pemantau BBM, GasBuddy, memproyeksikan harga rata-rata nasional bakal nyentuh angka USD 2,97 per galon sepanjang 2026. Kalau prediksi ini meleset, maka ini akan jadi tahun keempat berturut-turut harga turun. Lebih menarik lagi, ini pertama kalinya sejak 2020 harga tahunan rata-rata bisa di bawah tiga dolar.

Patrick De Haan, Kepala Analis Minyak di GasBuddy, bilang situasinya jauh lebih baik sekarang. "Pasar mulai seimbang kembali setelah pandemi Covid," ujarnya.

Kondisi ini kontras banget dengan situasi 2022 silam. Waktu itu, harga bensin semacam jadi simbol krisis inflasi yang mencekik. Invasi Rusia ke Ukraina bikin harga minyak melambung, sempat sentuh rekor di atas USD 5 per galon. Inflasi AS pun meroket sampai lebih dari 9 persen.

Nah, proyeksi GasBuddy ini sebenarnya disusun sebelum aksi militer mendadak AS di Venezuela dan penangkapan Nicolas Maduro. Tapi menurut De Haan, situasi di Venezuela nggak langsung mengubah perhitungan. Soalnya, butuh waktu lama buat memperbaiki infrastruktur energi negara itu yang sudah rusak parah.

Di sisi lain, harga minyak dunia memang terlihat stabil pasca-intervensi itu. Jadi, prediksi harga bensin yang lebih murah ini bener-bener jadi angin segar. Apalagi kalau lihat biaya hidup lain seperti belanja bulanan, listrik, atau pemanas rumah yang masih terus naik.

Rupanya, ada sepuluh negara bagian yang bakal menikmati harga rata-rata tahunan di bawah USD 2,75 per galon. Mereka adalah Alabama, Arkansas, Kansas, Louisiana, Mississippi, Missouri, Oklahoma, South Carolina, Tennessee, dan Texas.

Meski begitu, harga diprediksi masih akan ada fluktuasi. Puncaknya kemungkinan terjadi sekitar bulan Mei, nyaris mencapai USD 3,12 per galon, seiring naiknya permintaan dan peralihan ke bahan bakar musim panas. Tapi tenang, jelang akhir tahun harganya diprediksi melandai lagi ke sekitar USD 2,83.

Penurunan ini bukan hal baru. Tahun 2025 lalu, harga bensin juga sempat turun, seiring anjloknya harga minyak dunia sekitar 20 persen penurunan tahunan terbesar sejak 2020. Untuk tahun ini, harga minyak AS diproyeksikan rata-rata cuma USD 51 per barel, turun dari USD 65 di 2025 dan USD 77 di 2024.


Halaman:

Komentar