Sementara dari sisi korporasi, pasar juga menyoroti transaksi afiliasi PT Chandra Daya Investasi (CDIA). Melalui anak perusahaannya, PT WSI, mereka membeli peralatan pengolahan air limbah dari PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) dengan nilai fantastis, Rp84 miliar. Transaksi ini sudah dituangkan dalam akta jual beli akhir Desember lalu.
Nah, terkait dengan peluang saham, Ajaib Sekuritas punya beberapa rekomendasi untuk diperhatikan.
Pertama, ada UNVR (Unilever Indonesia). Rekomendasinya Accum Buy di harga penutupan 2.580, dengan target 2.670 dan stop loss di 2.500. Saham ini lagi sideways di area resistance, tapi indikator MACD-nya menunjukkan sinyal akumulasi selama harga bisa bertahan di atas 2.500.
Kedua, MBMA (Merdeka Battery Materials). Rekomendasi Buy di harga 625. Targetnya 650, stop loss 590. Polanya berpotensi lanjutan bullish setelah breakout dari fase sideways, membentuk pola rounding bottom. Pergerakannya juga sudah di atas beberapa level moving average.
Terakhir, INDY (Indika Energy). Rekomendasi Buy di harga 2.240. Target 2.330, stop loss 2.100. Saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan setelah breakout dari pola inverse head and shoulder, meski untuk saat ini masih bergerak sideways di area resistance.
Jadi, intinya hari ini kita harus waspada dengan aksi jual ambil untung. Tapi di balik itu, data fundamental dalam negeri dan beberapa peluang saham spesifik masih bisa jadi penyeimbang.
Artikel Terkait
MNC Life dan BPD DIY Perkuat Proteksi Nasabah dengan Asuransi Jiwa Kredit Personal Loan
Prestasi Bersejarah di SEA Games 2025, Bonus Atlet Emas Tembus Rp1 Miliar
Menkeu Purbaya: Demutualisasi BEI Bukti Kepercayaan Investor, IHSG 10.000 Bukan Mimpi
Analis HSBC Proyeksikan Emas Tembus USD 5.000 pada Awal 2026