Era Buffett Berakhir: Kisah Lima Dekade yang Mengubah Berkshire Hathaway

- Minggu, 04 Januari 2026 | 05:30 WIB
Era Buffett Berakhir: Kisah Lima Dekade yang Mengubah Berkshire Hathaway

Warren Buffett akhirnya meletakkan jabatannya. Setelah lebih dari lima puluh tahun memegang kendali, investor legendaris itu resmi mengundurkan diri sebagai CEO Berkshire Hathaway. Kabar ini tentu menghentak dunia finansial. Bagaimana tidak, pria yang dijuluki "Oracle of Omaha" itu telah membangun perusahaan tekstil yang hampir bangkrut menjadi sebuah raksasa konglomerat.

Semuanya berawal di tahun 1965. Saat itu, Buffett mengambil alih Berkshire. Visinya sederhana namun brilian: mencari bisnis dan saham yang harganya tertekan, jauh di bawah nilai intrinsiknya. Strategi value investing ala Benjamin Graham itu ia terapkan dengan konsisten. Hasilnya? Sebuah kesuksesan fenomenal yang mengubahnya menjadi ikon Wall Street dan salah satu orang terkaya di planet ini.

Lalu, apa saja kunci investasi yang membawa Buffett dan Berkshire ke puncak? Mari kita lihat beberapa langkah jeniusnya.

Pertama, langkah awal yang cerdas: National Indemnity dan National Fire & Marine. Buffett membeli perusahaan asuransi ini pada 1967. Bagi banyak orang, asuransi mungkin terdengar membosankan. Tapi Buffett melihat peluang besar. Dana premi uang yang mengendap sebelum klaim dibayar menjadi sumber modal yang luar biasa. Uang itu ia gunakan untuk mendanai investasi lainnya. Dari sinilah roda pertumbuhan Berkshire mulai berputar kencang. Kini, divisi asuransinya telah berkembang pesat, mencakup nama-nama besar seperti Geico dan General Re.

Selanjutnya, ada keputusan berani di saat orang lain ragu. Buffett terkenal dengan kemampuannya membeli saat pasar panik. Ia mengambil saham besar-besaran di American Express, Coca-Cola, dan Bank of America justru ketika perusahaan-perusahaan itu sedang terpuruk, entah karena skandal atau kondisi ekonomi yang suram.


Halaman:

Komentar